Payload Logo
Pasokan listrik Kalimantan

Lebih dari 100 personel gabungan PLN dikerahkan untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi dan memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan.(dok : PLN)

PLN Tambah Pasokan Listrik 53 MW, Pemulihan Jaringan di Berau Terus Dikebut

Penulis: Han | Editor:
1 November 2026

BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan. Hingga 30 Oktober 2026, tambahan kapasitas pembangkit sewa yang telah beroperasi mencapai 53 megawatt (MW), sementara pembangunan dua tower darurat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berhasil diselesaikan untuk mendukung pemulihan jaringan transmisi.

Penambahan kapasitas pembangkit tersebut menjadi salah satu langkah PLN dalam memperkuat pasokan listrik di tengah upaya pemulihan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan yang mengalami gangguan.

Tambahan daya 53 MW berasal dari pembangkit sewa di Trisakti sebesar 20 MW dan Batulicin sebesar 33 MW. Kapasitas ini meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebesar 45 MW.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penguatan pasokan listrik dilakukan secara bersamaan dengan percepatan pemulihan pembangkit dan jaringan transmisi.

Menurutnya, penambahan pembangkit sewa merupakan bagian dari program penguatan Sistem Interkoneksi Kalimantan dengan target kapasitas mencapai 278 MW.

Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar 158 MW dan tahap kedua 120 MW. Pengoperasian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan mobilisasi, instalasi, hingga pengujian teknis dan keselamatan.

“Penambahan kapasitas pembangkit sewa dari 45 MW menjadi 53 MW merupakan salah satu progres nyata dalam upaya penguatan pasokan listrik Kalimantan,” ujar Chaliq.

Selain mengandalkan tambahan pembangkit, PLN juga mempercepat pemulihan sejumlah pembangkit eksisting yang belum beroperasi optimal. Beberapa di antaranya adalah PLTGU Senipah, PLTU Indoeka, dan PLTU Asam Asam.

PLN juga berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan PLTU GPK berkapasitas 100 MW agar dapat kembali berkontribusi terhadap pasokan listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan.

Di sektor transmisi, perhatian PLN juga tertuju pada pemulihan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan di Kabupaten Berau.

Jaringan tersebut mengalami gangguan setelah pohon tumbang pada 25 Oktober 2026, yang berdampak terhadap penyaluran listrik menuju Berau dan wilayah sekitarnya.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit guna membangun Emergency Restoration System (ERS) atau sistem pemulihan darurat sebagai infrastruktur transmisi sementara.

Hingga 30 Oktober, dua tower darurat berhasil didirikan. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan instalasi dan perlengkapan pendukung sebelum jaringan dapat kembali dioperasikan.

“Dua tower darurat kini telah berdiri dan pekerjaan memasuki tahapan lanjutan. Seluruh proses terus kami percepat dengan tetap memastikan kesiapan teknis dan keselamatan kerja,” jelas Chaliq.

Meski sejumlah progres telah dicapai, PLN menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik di beberapa wilayah Kalimantan masih belum sepenuhnya optimal. Pengaturan operasi sistem masih diperlukan dengan mempertimbangkan keseimbangan ketersediaan daya dan kebutuhan listrik, terutama saat beban puncak.

Chaliq menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan akibat kondisi kelistrikan tersebut.

“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memengaruhi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Seluruh tim terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik yang optimal,” katanya.

PLN memastikan upaya penambahan pasokan pembangkit, pemulihan unit pembangkit eksisting, serta perbaikan jaringan transmisi akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem.(Adv)


Dilihat 693 kali