Payload Logo
Sosialisasi Bidhumas Polda Kaltim

Bidhumas Polda Kaltim bersama Kecamatan Balikpapan Timur menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di lingkungan masyarakat, Kamis (12/3/2026).(dok : Polda Kaltim)

Polisi Edukasi Warga Balikpapan Timur, Tekankan Pencegahan Kekerasan Seksual Sejak Dini

Penulis: Han | Editor:
12 Maret 2026

Balikpapan — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur melalui Bidang Humas terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula kecamatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur kelurahan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga dan unsur TNI-Polri. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan kekerasan seksual yang masih menjadi ancaman serius di lingkungan sosial.

Camat Balikpapan Timur, Ruddy Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Polda Kaltim. Ia menilai edukasi seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan masyarakat agar lebih peka terhadap potensi kekerasan seksual di sekitar mereka.

Sementara itu, perwakilan Bidhumas Polda Kaltim, AKBP Qori Kurniawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif.

“Kekerasan seksual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang berdampak panjang bagi korban. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari pemahaman bersama,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, termasuk yang kerap tidak disadari seperti pelecehan nonfisik hingga kekerasan berbasis digital. Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali tanda-tanda awal serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Selain itu, edukasi juga diperkuat dengan perspektif psikologis yang menekankan pentingnya pendidikan seksual sejak dini. Materi ini mencakup pemahaman tentang tubuh, batasan diri, hingga cara membangun relasi yang sehat dan saling menghargai.

Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, terutama saat sesi diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari penanganan kasus, perlindungan korban, hingga mekanisme pelaporan yang aman.

Di akhir kegiatan, masyarakat diajak untuk tidak lagi menganggap isu kekerasan seksual sebagai hal tabu. Keberanian untuk berbicara dan melapor dinilai sebagai langkah penting dalam memutus rantai kekerasan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif bahwa pencegahan kekerasan seksual adalah tanggung jawab bersama, demi menciptakan lingkungan yang aman, khususnya bagi perempuan dan anak.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025