KUPANG - Presiden Prabowo Subianto meminta biaya perjalanan dinas ke luar negeri para pejabat negara dipangkas hingga 50 persen.
Permintaan ini demi penghematan anggaran, termasuk penghematan acara seminar hingga rapat di hotel.
"Hitungan kita perjalanan luar negeri saja itu Indonesia, ini perjalanan luar negeri pejabat-pejabat US$ 3 miliar (Rp47 triliun). Saya minta dikurangi 50% saja, kalau bisa dikurangi 50%," katanya Prabowo di acara Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke 112 Muhammadiyah di Kupang, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024
Menurut Prabowo setidaknya negara bisa melakukan penghematan senilai Rp 15 triliun.
"Itu Rp 15 triliun, berapa bendungan? berapa irigasi, berapa SD yang bisa kita perbaiki, berapa anak sekolah bisa kita kasih makan? tolonglah para menteri puasa dulu. Puasanya 5 tahun," sebutnya.
Prabowo menuturkan, jika selama 5 tahun dilakukan penghematan, akan memberikan dampak yang luar biasa.
"Sebutlah satu setengah miliar dolar dari perjalanan saja saudara-saudara, bayangkan itu apa yang kita bisa," kata Prabowo.
Untuk itu Prabowo mengaku sudah memerintahkan Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan untuk meneliti penghematan yang sudah dilakukan. Namun Prabowo belum mau mengungkapkan angka penghematan tersebut.
"Diteliti ternyata cukup besar penghematan cukup besar tapi saya tidak umumkan di sini supaya kita tidak cepat puas. Jadi saya mohon juga kepada Gubernur terpilih Bupati terpilih, ketat, efisien kurangi yang bersifat tidak kritis. Kritis untuk kepentingan rakyat, kritis kepentingan langsung nggak usah terlalu banyak seminar. Kita sudah tahu kesulitan rakyat iya kan?" kata Prabowo.
Sumber: CNBC