KALTIM — Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengarahkan transformasi ekonomi daerah menuju sektor yang lebih berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Kebijakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (11/5/2026).
Harum, sapaannya, menilai selama ini struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor ekstraktif seperti pertambangan dan migas.
Ketergantungan tersebut, menurutnya, tidak bisa terus dipertahankan dalam jangka panjang.
“Kami sangat berharap Kalimantan Timur ke depan tidak lagi mengandalkan sumber daya alam terutama yang ekstraktif,” ujarnya.
Untuk itu, Pemprov Kaltim mulai menyiapkan sektor ekonomi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Pengembangan ekonomi hijau dan biru diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan baru.
“Mudah-mudahan ekonomi hijau, ekonomi biru Kalimantan Timur akan segera membalik konstelasi pendapatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM, terutama dalam menghadapi peluang besar dari bonus demografi dan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah.
“Kami sudah menyiapkan SDM Kalimantan Timur untuk bisa mengelola sumber daya alam secara hilirisasi,” jelas Rudy.
Melalui strategi tersebut, ia menargetkan Kaltim dapat keluar dari kategori daerah berpendapatan menengah bawah.
“Sudah waktunya untuk naik kelas. Kalimantan Timur khususnya adalah provinsi yang harusnya bisa segera keluar dari low middle income,” ucapnya.
Rudy turut menekankan peran strategis Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim.
Menurutnya, kehadiran IKN membuka peluang investasi, pengembangan usaha, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Kalimantan Timur saat ini berada pada posisi yang sangat luar biasa momentum pembangunan daerah yang hadirnya Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru,” lanjutnya.
Selain itu, pembangunan IKN dinilai akan mendorong sektor jasa, perdagangan, keuangan, dan UMKM di daerah.
Ia menegaskan, stabilitas ekonomi dan politik menjadi kunci dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif.
“Kita sama-sama menjaga produktivitas terutama stabilitas ekonomi, stabilitas politik yang ada di Kalimantan Timur,” tutupnya.
Rudy optimis, melalui transformasi ekonomi, hilirisasi industri, penguatan SDM, serta dukungan pembangunan IKN, Kaltim mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (Deni)














