KUTAI KARTANEGARA – Kehadiran listrik selama 24 jam membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat Desa Muara Pantuan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jika sebelumnya warga hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam dan harus menunggu malam untuk melakukan sejumlah pekerjaan rumah tangga, kini berbagai aktivitas dapat dilakukan kapan saja.
Salah satu warga yang merasakan manfaat tersebut adalah Lina. Ibu rumah tangga ini mengaku lebih leluasa mengurus kebutuhan keluarga setelah layanan listrik di desanya ditingkatkan oleh PT PLN (Persero) dari 12 jam menjadi 24 jam setiap hari.
Sebelumnya, Lina harus menyesuaikan waktu mencuci pakaian dengan jadwal ketersediaan listrik. Kini, pekerjaan rumah tangga tersebut dapat dilakukan pada siang hari tanpa perlu menunggu malam tiba.
Peningkatan layanan yang bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Muara Pantuan. Tidak hanya mempermudah pekerjaan rumah tangga, listrik sepanjang hari juga memberikan kesempatan bagi warga untuk memanfaatkan peralatan elektronik secara lebih optimal.
Sejumlah warga bahkan mulai merencanakan penggunaan penanak nasi dan lemari pendingin untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menyimpan bahan makanan lebih lama sekaligus meningkatkan kenyamanan keluarga.
Kepala Desa Muara Pantuan, H. Edi Alda Gustiani, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas peningkatan layanan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, listrik 24 jam memberikan manfaat besar, terutama dalam mendukung aktivitas keluarga, pendidikan anak-anak, hingga pengembangan usaha masyarakat.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Muara Pantuan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN UID Kaltimra. Listrik 24 jam ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi warga kami. Sekarang masyarakat bisa lebih leluasa beraktivitas, anak-anak memiliki kesempatan belajar yang lebih baik, dan kami berharap usaha masyarakat juga semakin berkembang,” ujarnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan peningkatan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat kelistrikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan listrik tidak hanya diukur dari energi yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan positif yang tercipta dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi PLN, listrik bukan hanya tentang energi yang disalurkan, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat yang menjadi lebih mudah dan produktif. Cerita Ibu Lina yang kini tidak perlu lagi menunggu malam untuk mencuci pakaian mungkin terdengar sederhana, tetapi di situlah makna pelayanan yang sesungguhnya,” ungkap Chaliq.
Ia menambahkan, PLN terus melakukan pemulihan dan penguatan sistem kelistrikan Kalimantan di tengah berbagai tantangan operasional. Namun, upaya peningkatan pelayanan dan perluasan manfaat listrik bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menjelaskan bahwa peningkatan layanan dari 12 jam menjadi 24 jam di Desa Muara Pantuan telah mempertimbangkan kondisi dan kesiapan sistem kelistrikan setempat.
PLN juga terus melakukan pemantauan serta evaluasi operasional guna menjaga kualitas dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Peningkatan layanan ini menjadi bagian dari semangat PLN Bekerja Melayani Masyarakat dalam momentum Hari Listrik Nasional ke-81.
Bagi warga Muara Pantuan, perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, kemampuan mencuci pakaian pada siang hari, menyimpan bahan makanan lebih lama, hingga memberikan waktu belajar yang lebih leluasa bagi anak-anak menjadi manfaat nyata dari hadirnya listrik sepanjang hari.
Melalui peningkatan layanan ini, PLN UID Kaltimra terus mendorong pemerataan akses energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.(Adv)














