Payload Logo
Pabrik Soda Ash

Pihak Pupuk Kaltim saat menjelaskan Pabrik Soda Ash (dok: Agung/katakaltim)

Target Penuhi 30 Persen Kebutuhan Domestik, Proyek Baru Pupuk Kaltim Siap Guncang Industri

Penulis: Agung | Editor:
17 Maret 2026

BONTANG — PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim mengaku akan terus perkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan Kaltim. Tentu saja termasuk Kota Bontang.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan klaim tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, industri, serta pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga semakin menguatkan perannya mendukung keberlanjutan swasembada pangan.

“Melalui penyediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” ucap Anggono Wijaya dalam keterangan persnya, Selasa 17 Maret 2026.

Dia menambahkan, upaya peningkatan efisiensi dan keandalan produksi tersebut ditopang oleh program revitalisasi industri pupuk, antara lain melalui Revamping Ammonia Pabrik-2.

“Pupuk Kaltim mengambil bagian sebagai penggerak pembangunan ekonomi regional di Kaltim, termasuk Kota Bontang, melalui penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta dukungan bagi UMKM,” terangnya.

Pupuk Kaltim Perkuat Beberapa Sektor

Ada beberapa sektor yang juga diperkuat oleh Pupuk Kaltim. Pertama adalah pertanian. Perusahaan besar ini menjalankan pendampingan Agrosolution di Benua Etam dengan cakupan per Februari 2026 sebanyak 209 petani dan 1.705 hektar lahan.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kaltim.

Kedua adalah, Industri dan lapangan kerja. Proyek pengembangan pabrik soda ash terus didorong untuk membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Bontang.

Sementara itu, proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang telah selesai dilaksanakan, juga telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ucap Anggono.

Seiring pelaksanaan berbagai proyek tersebut, kata dia, dampak positifnya turut dirasakan oleh perekonomian masyarakat sekitar.

Mulai dari penyediaan kebutuhan konsumsi harian, layanan transportasi, hingga penyediaan jasa dan pasokan barang dari pelaku usaha lokal, termasuk pelaku UMKM.

Yang ketiga adalah TJSL. Anggono menyatakan, sepanjang 2025 Pupuk Kaltim merealisasikan program TJSL dengan total Rp59 miliar.

“Fokusnya di 5 bidang prioritas, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola,” terangnya.

Program TJSL tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai sektor.

Keempat adalah bantuan Ramadan. Pada Ramadan tahun ini Pupuk Kaltim melaksanakan program Bantuan PKT Proaktif Tahun 2026.

“Fokus untuk memberikan berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat Kota Bontang,” tandasnya.

Program ini meliputi penyaluran Sembako Ramadan, bantuan operasional dan fasilitas bagi masjid dan musala di Kota Bontang, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, dan pondok pesantren, dukungan kegiatan buka puasa bersama, hingga program mudik gratis bagi masyarakat Bontang.

“Secara keseluruhan, total bantuan yang akan disalurkan melalui program ini mencapai hampir Rp 4,3 miliar,” tandasnya.

Pupuk Kaltim Jaga Keberlanjutan Swasembada

Pupuk Kaltim mencatat capaian produksi 2025 sebesar 6.679.415 ton (107,3% dari target), terdiri dari 3.578.366 ton urea, 328.154 ton NPK, dan 2.772.895 ton amonia.

Di samping itu akselerasi produksi di tahun 2026 ini Pupuk Kaltim menggenjot produksi dengan capaian per 28 Februari 2026 sebesar 1.010.458 ton.

Dengan rincian: 400.662 ton Amoniak (14,62% dari target), 553.248 ton Urea (15,99% dari target), 56.548 ton NPK (17,62% dari target).

Pupuk Kaltim juga berkomitmen menjalankan mandat produksi pupuk subsidi yang diberikan Pupuk Indonesia selaku holding untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.

Strategi pemenuhan mandat dilakukan dengan menjaga keandalan operasional pabrik dan peningkatan efisiensi.

“Salah satunya dengan selesainya proyek Revamping Ammonia Pabrik-2,” ucap Anggono.

Pupuk Kaltim Dorong Revitalisasi Industri

Ada satu proyek yang baru saja dimulai. Yakni Pabrik Soda Ash. Bersama Pupuk Indonesia selaku holding, Pupuk Kaltim memulai proyek pengembangan pabrik soda ash pertama di Indonesia pada 31 Oktober 2025.

Katanya sebagai bagian dari strategi hilirisasi untuk memperkuat kemandirian industri nasional, sekaligus swasembada pangan.

Pabrik ini menargetkan pasar domestik dan ekspor. Serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan emisi CO2 sebagai bahan baku utama produksi soda ash.

Pabrik tersebut dibangun di lahan ±16 hektar di Kaltim Industrial Estate (KIE) Kota Bontang dengan target penyelesaian pada Maret 2028.

Luar biasanya, pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi soda ash 300.000 ton per tahun dan amonium klorida 300.000 ton per tahun.

Soda ash merupakan bahan baku strategis yang dibutuhkan berbagai sektor industri nasional, seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, serta keramik yang saat ini masih dipenuhi dari impor.

Sementara itu, amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai pupuk langsung sebagai sumber nitrogen, maupun sebagai bahan baku campuran untuk produksi pupuk NPK.

“Sehingga mendukung upaya keberlanjutan swasembada pangan,” jelas Anggono.

Melalui kapasitas produksi soda ash sebesar 300.000 ton per tahun, pabrik ini ditarget mampu memenuhi sekitar ±30% kebutuhan domestik dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun dari substitusi impor.

Sementara itu, kapasitas produksi amonium klorida sebesar 300.000 ton per tahun membuka peluang substitusi impor bahan baku pupuk dengan nilai sekitar Rp250 miliar per tahun.

Dari sisi keberlanjutan, pabrik akan menyerap sekitar 174.000 ton CO2 per tahun dari emisi fasilitas eksisting sebagai bahan baku produksi soda ash, sebagai bagian dari dukungan terhadap program dekarbonisasi.

Proyek ini tentu saja mendorong dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja serta pelibatan industri, pelaku usaha lokal dan UMKM.

“Selain itu, proyek ini juga berpotensi menambah serapan garam lokal sebesar 17.000 ton per tahun,” ucapnya.

Pupuk Kaltim lebih jauh berkomitmen memprioritaskan 75 persen kebutuhan tenaga kerja pembangunan pabrik soda ash bagi masyarakat Bontang.

Tentu saja bagi mereka yang memenuhi syarat dan keahlian, sesuai ketentuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Perekrutan tenaga kerja lokal akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahapan proyek.

Revamping Ammonia Pabrik-2

Pupuk Kaltim meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada 29 Januari 2026 sebagai langkah meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat keberlanjutan industri pupuk nasional melalui modernisasi teknologi.

Pabrik-2 merupakan pabrik tertua milik Pupuk Kaltim yang dibangun pada 1982 dan mulai beroperasi pada 1984, dengan kapasitas 595.000 ton amonia per tahun serta 570.000 ton urea per tahun.

Melalui Revamping, Pupuk Kaltim mendorong operasi produksi yang lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing.

Dampaknya jelas. Revamping ditujukan untuk menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia (10% dari kondisi sebelumnya) dan menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

Inisiatif ini juga berpotensi menekan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi, didukung pembaruan dan modernisasi teknologi pada rangkaian sistem produksi.

“Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun,” tuturnya.

Melalui efisiensi energi, Revamping Ammonia Pabrik-2 mendukung biaya produksi yang lebih hemat sehingga menjaga keterjangkauan harga pupuk dan keberlanjutan swasembada pangan.

Inisiatif ini juga sejalan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pengurangan emisi yang dihasilkan.

Tentang Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim merupakan salah satu anggota PT Pupuk Indonesia (Persero) dan menjadi produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara.

Pupuk Kaltim memiliki visi menjadi perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan.

Saat ini, Pupuk Kaltim memiliki 13 pabrik, di antaranya 5 pabrik amonia berkapasitas 2,74 juta ton/tahun, 5 pabrik urea berkapasitas 3,43 juta ton/tahun dan 3 pabrik NPK berkapasitas 300 ribu ton/tahun.

Kinerja Pupuk Kaltim pun telah diakui oleh berbagai kalangan dan instansi, terbukti dengan raihan ragam penghargaan selama 47 tahun berkiprah.

Untuk keenam kalinya, akhir 2022 lalu Pupuk Kaltim sukses mempertahankan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Nasional Peringkat Emas.

Dan di pertengahan 2023, Pupuk Kaltim meraih peringkat pertama dunia sektor agrokimia di penilaian ESG Risk Rating Sustainalytics. (Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025