Payload Logo
TNI

TNI saat mengamankan situasi demonstrasi di Kota Balikpapan (dok: Han/katakaltim)

TNI Membantah, Tak Ada Intimidasi dalam Aksi Mahasiswa di Balikpapan

Penulis: Hilman | Editor:
3 April 2026

BALIKPAPAN — TNI membantah adanya tindakan intimidasi terhadap mahasiswa dalam aksi yang digelar Aliansi Balikpapan Bersuara pada Selasa (31/3/2026) lalu, sebagaimana dinarasikan dalam video yang beredar di media sosial.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menegaskan, video viral tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan karena telah dipotong dan hanya menampilkan bagian tertentu.

“Video yang di-share itu dipotong. Yang ditampilkan hanya bagian yang terkesan negatif, padahal faktanya di lapangan tidak seperti itu,” kata Gatot, Kamis (2/4/2026).

Menurut Gatot, situasi selama aksi berlangsung dalam kondisi kondusif dan humanis. Ia menyebut hubungan antara mahasiswa dan aparat tetap baik bahkan setelah kegiatan berakhir.

“Faktanya setelah kegiatan selesai, mereka saling bersalaman, berpelukan, bahkan bercanda. Tidak ada tekanan atau intimidasi seperti yang diberitakan,” ujarnya.

Gatot juga menegaskan bahwa TNI tidak anti kritik dan menghargai kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari demokrasi.

“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya. Itu bagian dari demokrasi, dan kami tidak melarang,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa tetap harus mematuhi aturan yang berlaku, termasuk terkait lokasi penyampaian pendapat.

Ia merujuk Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 yang melarang aksi di sejumlah objek vital, termasuk institusi militer.

“Demo itu ada aturan mainnya. Tidak semua tempat bisa digunakan. Institusi militer termasuk lokasi yang dilarang,” katanya.

Gatot menjelaskan, massa aksi awalnya berada di titik yang diperbolehkan, namun sebagian kemudian bergerak mendekati area Kodim. Aparat, lanjut dia, telah mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami kedepankan humanis, tidak emosional. Karena kami khawatir ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi,” tambahnya.

Secara terpisah, Komandan Kodim 0905/Balikpapan, Kolonel Inf Denny Salurerung, juga menegaskan tidak ada tindakan intimidasi maupun kekerasan dalam penanganan aksi tersebut.

Denny menjelaskan, aparat sempat terkejut ketika rombongan mahasiswa tiba-tiba bergerak menuju depan Makodim.

“Saat rombongan sampai di depan Kodim, kami juga cukup terdadak. Kami langsung bergerak ke depan untuk menghambat dan menanyakan tujuan mereka,” ujarnya.

Mahasiswa saat itu, kata Denny, menyampaikan keinginan untuk melakukan aksi di depan Kodim. Namun aparat memberikan penjelasan bahwa lokasi tersebut tidak diperbolehkan sesuai aturan.

“Mereka memang menunjukkan sudah mengantongi izin dari kepolisian, tetapi lokasi yang dituju tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, aparat juga telah mengingatkan potensi konsekuensi hukum jika aksi tetap dipaksakan di area institusi militer.

“Kami ingatkan, kalau dipaksakan justru bisa berimplikasi hukum pidana. Itu sudah kami sampaikan dengan baik,” kata Denny.

Dalam dinamika di lapangan, sempat terjadi aksi tarik-menarik ketika sebagian massa bersikeras mendekat. Namun, ia memastikan tidak ada kekerasan.

“Memang sempat ada tarik-menarik, tapi tidak ada kekerasan. Tidak ada intimidasi seperti yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Setelah komunikasi lanjutan, mahasiswa akhirnya sepakat memindahkan lokasi aksi ke titik yang diperbolehkan, yakni di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Aksi pun berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib dan damai. Bahkan, menurut Denny, suasana setelah kegiatan berlangsung penuh keakraban.

“Setelah selesai, kami saling bersalaman. Kami juga menanyakan apakah ada yang sakit atau merasa teraniaya, dan mereka menyampaikan tidak ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aparat turut mengantar mahasiswa kembali ke titik kumpul awal sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan humanis.

Baik Gatot maupun Denny mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang tidak utuh.

“Kalau melihat video, sebaiknya utuh dari awal sampai akhir, jangan sepotong-sepotong karena bisa menimbulkan fitnah,” kata Gatot.

TNI memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya intimidasi seperti yang beredar di media sosial. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025