KUBAR — Kolaborasi TNI, Polri dan perusahaan swasta bersama Layung Farm mengembangkan program Industrial Farming di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat (Kubar).
Di kawasan Brigif 85 TP/BTC, lahan jagung pipil seluas 5 hektare telah ditanami melalui kerja sama dengan PT KAL. Sementara di sektor peternakan, dibangun empat kandang ayam petelur berisi sekitar 2.500 ekor ayam.
Selain itu, peternakan sapi juga dikembangkan di kawasan Yonif TP 827/MCY sebagai bagian dari sistem pertanian dan peternakan terpadu.
Wakapolres Kubar, Kompol Subari, mengatakan program tersebut menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia mengapresiasi Brigif TP 85/BTC yang telah menyiapkan lahan sekitar 50 hektare dalam pengembangan program.
“Khususnya kami di Polri fokus penanaman jagung. Kalau TNI mungkin padi, termasuk peternakan dan lainnya,” ujar Subari usai peninjauan lapangan, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, luas lahan jagung yang sudah ditanam mencapai 10,5 hektare dan akan terus diperluas bersama sejumlah perusahaan, seperti PT KAL, PT CAM, PT Sinar Mas dan PT Kruing Lestari Jaya.
“Setiap perusahaan mendukung pengembangan jagung sekitar 5 hektare,” terangnya.
Subari menilai dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam percepatan pengembangan kawasan pertanian terpadu di Kutai Barat.
Disebutkannya, pengembangan tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga membangun sistem Industrial Farming berkelanjutan.
Sementara itu, pengurus Layung Farm sekaligus Ormas Ketahanan Pangan Kubar, Agus Herawan, mengapresiasi dukungan perusahaan, TNI dan Polri dalam pengembangan Industrial Farming.
Menurutnya, perusahaan membantu dari sisi pendanaan hingga pupuk, sementara Brigif TP 85/BTC menyiapkan lahan untuk pengembangan program tersebut.
Agus juga mengapresiasi dukungan Polres Kutai Barat dalam mendorong program ketahanan pangan di daerah.
“Semoga produksi jagung di Kubar bisa surplus dan ikut memasok kebutuhan Bulog di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dalam program itu, Layung Farm berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan, mulai dari penanaman hingga perawatan tanaman jagung. (Jantro)















