Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan transportasi publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas kota, termasuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan pengembangan transportasi publik tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pengelola transportasi di daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi di Balikpapan.
“Pengembangan transportasi publik ini merupakan hasil kolaborasi bersama. Ada dukungan dari balai, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, hingga pihak Angkasa Pura,” kata Fadli saat dikonfirmasi di Balikpapan, Senin (9/3/2026).
Salah satu layanan yang terus dikembangkan adalah Balikpapan City Trans (Bacitra). Moda transportasi ini menjadi bagian penting dalam sistem angkutan perkotaan yang terintegrasi dengan sejumlah simpul transportasi di kota tersebut.
Ia menyebutkan minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik belakangan ini menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang harian, baik pada layanan Bacitra maupun moda transportasi yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan IKN.
“Kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik,” ujarnya.
Saat ini, layanan Bacitra masih dapat dinikmati masyarakat tanpa biaya. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Program layanan gratis itu direncanakan berlangsung hingga Juli 2027.
Meski demikian, Fadli mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan transportasi publik di Balikpapan, salah satunya keterbatasan armada.
Dengan tingginya minat masyarakat, pemerintah kota menilai perlu adanya penambahan unit bus serta perluasan jaringan layanan agar transportasi publik dapat menjangkau lebih banyak kawasan.
Selain itu, pemerintah kota juga mulai mempersiapkan langkah-langkah menghadapi rencana serah terima pengelolaan layanan transportasi publik yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Di sisi lain, sejumlah masukan dari masyarakat dan anggota DPRD turut mendorong agar koridor layanan Bacitra diperluas. Perluasan tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan transportasi publik sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
“Harapannya ke depan ada penambahan koridor sehingga jaringan transportasi publik semakin luas dan konektivitas antarwilayah di Balikpapan semakin kuat,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, Bacitra menerapkan standar pelayanan yang menitikberatkan pada ketepatan waktu. Setiap armada telah memiliki jadwal keberangkatan yang jelas sehingga waktu tunggu penumpang di halte tidak terlalu lama.
“Bus biasanya hanya menunggu sekitar lima sampai sepuluh menit di titik pemberhentian sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Fadli.
Melalui penguatan layanan transportasi publik tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap masyarakat semakin terdorong beralih menggunakan angkutan massal. Selain mempermudah mobilitas warga, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung konektivitas Balikpapan dengan kawasan strategis di sekitarnya, termasuk pembangunan IKN di Kalimantan Timur.(han/Adv Diskominfo Balikpapan).














