KUBAR — Perusahaan Daerah Air Munjm (PDAM) Tirta Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebocoran Pipa guna meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai respon atas masih adanya gangguan distribusi akibat kebocoran pipa. Satgas yang dibentuk bergerak di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Melak, Barong Tongkok dan Sekolaq Darat.
"Sudah ada dibentuk Satgas untuk mengatasi pipa bocor. Mereka ini juga akan berpatroli di berbagai titik yang rawan kebocoran," ujar Direktur PDAM Tirta Sendawar kepada KataKaltim di ruang kerjanya, Rabu 22 April 2026.
Dijelaskannya, selain menanggapi keluhan pelanggan, patroli rutin dilakukan untuk mendeteksi lebih dini potensi kerusakan jaringan. Satgas akan melakukan penanganan lebih cepat sebelum berdampak luas pelanggan.
Diakui Untung, kebocoran pipa masih menjadi tantang bagi PDAM Tirta Sendawar. Pasalnya, jaringan pipa sudah cukup tua di sejumlah kawasan. Kondisi itu membuat pipa rentan mengalami kebocoran.
"Kami akui ada jaringan lama hang memang rentan bocor. Untuk mengatasi kondisi ini, kami melakukan patroli sebagai langkah pengendalian kebocoran," terangnya.
Lanjutnya, hingga kini PDAM belum memiliki alat deteksi kebocoran berbasis digital karena membutuhkan investasi besar. Namun, dengan kondisi saat ini patroli lapangan masih efektif.
Sejauh ini, keberadaan Satgas dinilai mampu mempercepat respon terhadap laporan masyarakat maupun temuan di lapangan. Tim terus bekerja penuh setiap hari untuk menindaklanjuti potensi kebocoran.
"Kalau laporan langsung ke kami atau ke kantor biasanya cepat ditangani tim. Ini akan terus kami evaluasi agar respons di lapangan bisa lebih cepat kedepannya," pungkasnya. (jantro)











