KUBAR — Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur dan memperkuat regenerasi pemimpin adat melalui Tutus Adat 2026.
Hal itu diutarakan Edwin saat membuka Tutus Adat 2026 di Lamin Tonyoi, Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu 09 September 2026.
Sebanyak 129 peserta mengikuti Tutus Adat 2026 yang mengusung tema 'Menjaga Warisan Leluhur, Memperkuat Regenerasi Pemimpin Adat di Kutai Barat'.
Tema itu, kata Edwin, memiliki makna yang sangat penting bagi keberlangsungan adat dan budaya Kutai Barat.
Menurutnya, Tutus Adat bukan sekedar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi penerus.
Melalui kegiatan itu, generasi muda diminta tidak hanya mengenal adat dan budaya. Mereka diharapkan memahami nilai kepemimpinan, kebersamaan, gotong royong serta penghormatan kepada orang tua dan para tetua adat.
Edwin mengaskan, regenerasi pemimpin adat merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan adat dan budaya.
Generasi penerus itu diharapkan mampu meneruskan peran para pendahulu dalam menjaga keharmonisan masyarakat
“Kita membutuhkan generasi penerus yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, dan kecintaan terhadap adat budaya,” kata Edwin.
Di tengah perubahan zaman, Edwin mengingatkan generasi muda untuk terus maju dan beradaptasi tanpa kehilangan akar adat dan budaya.
Kemajuan, sebutnya, tetap perlu dibangun dengan berpegang pada kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Edwin mengajak seluruh peserta menjadikan Tutus Adat sebagai kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.
Pemkab Kubar, tambah Edwin, berkomitmen mendukung pelestarian adat, seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kubar, Yurang, mengatakan peserta berasal dari kalangan internal maupun eksternal Presidium Dewan Adat.
Tingginya partisipasi itu menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mempelajari adat.
“Pelaksanaannya ada 129 peserta. Baik dari eksternal maupun dari internal Presidium Dewan Adat,” ujarnya.
Yurang menjelaskan, Tutus Adat 2026 menjadi upaya menghidupkan kembali kegiatan serupa yang pernah digelar PDA pada 1999.
“Ini pertama kali kita laksanakan kembali setelah kegiatan pada 1999,” ungkapnya.
Empat materi adat diberikan kepada peserta dalam kegiatan ini. Materi tersebut meliputi Ritual Pekapaaq yang disampaikan Kepala Adat Kampung Dasaq, Pilo.
Kemudian Adat Jomit Burai yang disampaikan Guru Adat Pengewaraa, Rianto, serta Adat Periputn Peluluknq oleh Guru Adat dan Pamong Budaya, Emanuel.
Materi terakhir yakni Adat Besara yang disampaikan Kepala Adat Kampung Jengan Danum, Mingku. (Jantro)













