PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC).
Bantuan ini diharapkan mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang telah menerima manfaat program tersebut.
Ia menegaskan, KPC merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat kegiatan penyerahan Kartu Penajam Cerdas.
Abdul Waris menjelaskan, terdapat perubahan mekanisme penyaluran bantuan pada 2026.
“Kalau sebelumnya itu pemerintah yang memberikan bantuan dalam bentuk barang, seperti seragam, tas, celana, dan sepatu, kalau sekarang dana disalurkan melalui rekening masing-masing penerima dengan nominal Rp600 ribu per siswa,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, skema tersebut memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk menentukan sendiri kebutuhan sekolah anak berdasarkan kondisi masing-masing.
“Melalui bantuan ini, orang tua dapat memilih sendiri perlengkapan sekolah yang benar-benar dibutuhkan anak-anaknya,” ujarnya.
Ia menilai, pemberian bantuan dalam bentuk uang memungkinkan keluarga menyesuaikan pembelian dengan ukuran, kualitas, serta kebutuhan perlengkapan sekolah.
Dengan begitu, barang yang dibeli diharapkan lebih sesuai dan nyaman digunakan oleh siswa.
“Kami tidak ingin ada anak yang mendapatkan seragam atau sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai sehingga tidak nyaman digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Waris berharap program KPC dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan tidak ada anak yang terpaksa menghentikan pendidikan akibat kesulitan ekonomi keluarga.
“Pemerintah daerah ingin memastikan program pendidikan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar setiap anak di PPU memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Waris turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program pemerintah pusat.
Ia berharap, peserta didik yang belum memperoleh manfaat MBG dapat terlayani secara bertahap sehingga kebutuhan gizi anak semakin terpenuhi.
Selain menyampaikan harapan, ia meminta orang tua agar tidak ragu melaporkan kendala yang ditemukan selama proses penyaluran bantuan.
Apabila terdapat siswa yang memenuhi persyaratan, tetapi belum menerima KPC, orang tua dapat berkoordinasi dengan Bankaltimtara untuk memperoleh penjelasan dan tindak lanjut.
Abdul Waris juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan pendidikan.
Termasuk apabila ditemukan dugaan pungutan sekolah yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Menurutnya, laporan masyarakat diperlukan agar persoalan yang muncul dapat ditangani sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.
“Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan haknya karena kurangnya informasi maupun kendala dalam pelaksanaan program,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan keluarga penerima agar menggunakan bantuan KPC sesuai kebutuhan pendidikan anak.
Dengan pemanfaatan yang tepat serta pengawasan terhadap pelaksanaan program, bantuan tersebut diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Adv)














