SAMARINDA — Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, angkat bicara terkait peluang kepemimpinan Kota Samarinda pada 2029 mendatang.
Sebagai Kader partai Gerindra yang saat ini menduduki jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, ia menegaskan komitmennya mengikuti arahan partai dalam menentukan langkah politik ke depan.
Helmi menyampaikan keputusan terkait pencalonan kepala daerah sepenuhnya berada di tangan struktur partai, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Bicara kepemimpinan tahun 2029 dari kami Partai Gerindra tentu saya akan menunggu arahan dari pimpinan kita yaitu baik di DPD maupun di DPP. Tapi paling tidak kader-kader harus siap untuk melaksanakan itu,” ujarnya kepada awak media, Minggu 15 Februari 2026.
Ia menambahkan, posisinya saat ini sebagai Ketua DPC sekaligus Ketua DPRD Kota Samarinda membuatnya harus selalu siap jika mendapatkan penugasan dari partai.
“Jadi kalau memang diperintah ya kita harus selalu siap untuk melaksanakan tugas itu,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai adanya sinyal atau peluang dirinya maju sebagai calon Wali Kota Samarinda pada 2029, Helmi menegaskan partai memberikan ruang yang sama kepada seluruh kader untuk berkompetisi secara sehat.
“Partai memberi peluang kesempatan kepada semua kader. Jadi kita disuruh bekerja bagaimana nanti survei atau elektabilitasnya oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, mekanisme internal partai mendorong seluruh kader untuk bekerja maksimal dan membangun elektabilitas di tengah masyarakat.
“Jadi paling tidak partai itu sudah memberi kesempatan kepada semua kader-kadernya untuk memanfaatkan peluang itu,” katanya.
Ia juga menekankan keseriusan dan kerja nyata akan menjadi penentu siapa yang nantinya mendapat rekomendasi partai.
“Nah, tinggal siapa yang bersungguh-sungguh, siapa yang bekerja dan siapa yang nanti muncul saya kira partai yang nanti memutuskan itu,” sambungnya.
Helmi menegaskan selama 14 tahun dirinya berkiprah di Partai Gerindra, partai besutan Prabowo itu konsisten mengusung kader internal dalam kontestasi politik, termasuk pada pemilihan kepala daerah di Samarinda.
“Kita tidak pernah mengusung kader lain. Jadi selalu kader-kader Partai Gerindra yang diusung. Makanya Pak Andi Harun itu dua periode,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut mempertegas komitmen Partai Gerindra di Samarinda untuk terus mendorong kader internal dalam kontestasi politik, termasuk menghadapi dinamika Pilkada 2029 mendatang di Kota Tepian. (Ali)














