KUTIM — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim sebagai momentum mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan visi daerah 2025-2029.
Ardiansyah mengatakan, 27 tahun perjalanan Kutim sejak resmi berdiri sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai telah membawa perubahan di berbagai sektor, terutama infrastruktur dan pelayanan dasar.
Menurut dia, perkembangan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata hasil pemerintah daerah.
“Ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras semua elemen masyarakat. Pemerintah, legislatif, swasta, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kaum perempuan dan seluruh warga Kutai Timur,” kata Ardiansyah.
Ia menilai peringatan HUT Kutim tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus digunakan untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“27 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dinamika multidimensi, tantangan dan perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat memerlukan rumusan strategi dan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kutim. Ia menyebut sejumlah tokoh yang pernah memimpin Kutim maupun berperan dalam proses pembentukan daerah tersebut.
Menurutnya, fondasi yang telah dibangun para pendahulu menjadi modal bagi pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di tengah tantangan yang semakin berat.
Memasuki 2026, lanjut dia, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan visi pembangunan Kutim 2025-2029, yakni mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.
“Tangguh berarti Kutai Timur harus mampu bertahan, berkembang dan menghadapi tantangan yang ada, baik yang berasal dari alam, sosial, politik maupun ekonomi,” katanya.
Sementara itu, konsep mandiri diarahkan pada optimalisasi potensi daerah, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengurangan ketergantungan terhadap sumber daya yang terbatas.
Adapun daya saing, kata Ardiansyah, diarahkan agar Kutim mampu meningkatkan posisi daerah dalam bidang ekonomi, sumber daya manusia dan infrastruktur, baik di tingkat regional, nasional maupun global.
Untuk mendukung pencapaian visi tersebut, Pemkab Kutim telah mencanangkan 50 program unggulan yang menjadi instrumen percepatan pembangunan daerah.
“Program-program unggulan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat sekaligus memastikan pembangunan benar-benar hadir dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana. Menurut dia, kekayaan alam dan keragaman budaya yang dimiliki Kutim harus menjadi modal pembangunan jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus memastikan bahwa kekayaan alam berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutai Timur,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan Kutim ke depan membutuhkan kerja bersama dengan mengedepankan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas serta memastikan setiap program dapat dituntaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Adv)














