PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana mengintegrasikan produk sepatu buatan pengrajin lokal dalam program Kartu Penajam Cerdas (KPC).
Langkah ini disiapkan untuk memperluas pemanfaatan produk daerah sekaligus membuka pasar bagi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan rencana tersebut dibahas bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Asisten II beberapa waktu lalu.
Pertemuan itu mendiskusikan sinkronisasi program KPC dengan kebijakan penggunaan produk lokal sesuai arahan bupati.
“Di dalam Kartu Penajam Cerdas itu, peruntukannya untuk membeli alat kelengkapan seragam siswa baru. Antara lain sepatu, tas, dan baju. Dalam konteks ini, kami ingin agar siswa baru bisa mengambil produk lokal, khususnya sepatu,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Syamsul menjelaskan, sasaran awal rencana tersebut sekitar 5.880 siswa kelas I sekolah dasar (SD) dan kelas I sekolah menengah pertama (SMP) yang menerima manfaat KPC.
Menurutnya, kebutuhan sepatu dalam jumlah tersebut berpotensi menjadi pasar bagi produk buatan masyarakat PPU.
Namun, pemerintah masih perlu merampungkan mekanisme pelaksanaan sebelum rencana itu diterapkan.
“Bagaimana regulasinya nanti supaya mereka membeli produk lokal dan tidak membeli sepatu dari luar, itu yang kita susun. Kalau juknisnya sudah jelas, kita bisa mulai berproduksi,” katanya.
Ia menyebutkan, peraturan bupati sebagai payung hukum telah tersedia. Tahap berikutnya adalah penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang akan mengatur pelaksanaan program, termasuk mekanisme pembelian sepatu oleh orang tua siswa.
Dalam rencana tersebut, sepatu diperkirakan dijual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per pasang.
Harga itu masih berupa perkiraan awal dan dapat menyesuaikan dengan desain serta kebutuhan produksi.
Pemerintah juga merencanakan penyaluran produk melalui toko-toko yang nantinya ditunjuk sebagai distributor.
Dengan demikian, orang tua siswa diharapkan dapat membeli sepatu lokal melalui jalur distribusi yang telah disiapkan.
Syamsul mengatakan desain sepatu akan diseragamkan bagi siswa penerima manfaat.
Pemerintah juga mempertimbangkan penambahan identitas khas daerah, seperti logo Gerbang Nusantara, agar produk tersebut memiliki ciri tersendiri.
“Desainnya sudah ada beberapa. Nanti kita pilih mana yang paling bagus. Kita juga ingin memasukkan ciri khas PPU,” ungkapnya.
Program ini ditargetkan mendukung kebutuhan siswa pada tahun ajaran 2027/2028. Produksi direncanakan mulai sekitar Desember 2026 setelah juknis dan mekanisme pelaksanaan diselesaikan.
Melalui rencana tersebut, Pemkab PPU berharap manfaat KPC tidak hanya membantu pemenuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah melalui penggunaan produk lokal. (Adv)















