Payload Logo
Pasar Tamrin

Kondisi Pasar Tamrin Bontang, dipotret pada Selasa 31 Maret 2026 (dok: Caca/katakaltim)

Belum Normal! Air di Pasar Tamrin Bontang Menetes Pelan, Pedagang Minta Pemerintah Gerak Cepat

Penulis: Salsabila | Editor: Agung
1 April 2026

BONTANG — Unit Pelaksana Teknis atau UPT Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Kota Bontang mengaku galau dengan kondisi yang terjadi di pasar.

“Galau,” begitu tulisan singkat Kepala UPT Pasar Tamrin Kota Bontang, Nurfaidah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Ungkapan itu keluar saat wartawan menanyakan kondisi di Pasar Tamrin yang ‘membusuk’, jorok dan berbau akibat air tak mengalir selama satu minggu.

Pasar Tamrin

Tapi kabarnya hari ini, Rabu 1 April 2026, sudah mengalir. Meskipun belum normal. Hanya menetes pelan.

Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang pun dikonfirmasi sejak kemarin sampai sekarang belum memberikan keterangan sama sekali.

Pedagang Marah dan Jenuh

Para pedagang sebenarnya marah sekali dengan kondisi ini. Sebab walaupun airnya sudah mengalir, tapi masih belum normal.

Ketua Asosiasi Pasar Tamrin, Zulkifli, mengatakan kemungkinan air mengalir pelan ini setelah pedagang kumpul uang untuk membenahi pipa penampungan air yang keropos.

"Karena kemarin memang pedagang di sini keluarkan iuran membeli 6 pipa gantikan yang keropos di bawah itu," ucapnya saat dikonfirmasi Katakaltim, Rabu 1 April 2026.

Katanya, pedagang patungan membeli 6 pipa dan dibenahi oleh teknisi yang disiapkan UPTD Pasar Tamrin.

Inisiasi iuran ini, tambah dia, diambil karena masyarakat sudah jenuh menunggu langkah pemerintah yang tampak cuek menangani problem ini.

Kalau pemerintah tetap cuek, masih kata Zul, maka para pedagang sepakat membawa masalah ini ke jalur Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bontang.

“Kita siap bawa ini ke RDP sama DPRD kalau memang tidak ada tindak lanjutnya,” tandas dia.

Rugikan Pedagang

Sebelumnya, Zulkifli mengatakan situasi ini sangat menyulitkan pedagang dan pengunjung.

“Air ini vital. Pedagang butuh air buat bersihkan dagangan mereka. Kalau tidak begitu nanti bau," ucapnya saat ditemui di pasar, Selasa 31 Maret 2025.

Pemerintah harusnya segera ambil langkah tegas atas masalah ini. Jangan sampai terus dibiarkan tak ada lagi pembeli yang bakal datang.

“Kita aja yang berjualan ndak enak rasanya gitu loh cium baunya itu apalagi kalau pengunjung yang harus mencium bau yang ndak sedap itu," jelasnya.

Terpantau, sejumlah lorong di pasar terlihat jorok. Bau sekali. Termasuk toilet pasar yang berhari-hari sudah berkerak.

Masalahnya bukan di PDAM. Alasannya penampungan air yang berada di rubanah atau basement tetap penuh.

Letak masalahnya di pompa air yang tidak berfungsi. Di tambah lagi pipa dalam penampungan yang tidak layak pakai karena keropos.

"Jadi selama air ini ndak mengalir, pedagang bolak-balik mengambil air di penampungan yang berada di basement (lantai bangunan) pasar," sebutnya.

Ada juga pedagang yang tidak mau pusing dan mengelurkan ratusan ribu per harinya untuk air galon.

Beberapa pedagang bahkan mengaku waktunya habis bolak-balik mengambil air.

"Kalau kita dituntut harus naik bolak-balik terus, habis waktu kita, sementara kita ini berjualan," tandasnya.

Ia mengaku dirugikan lantaran hilangnya fasilitas dasar tersebut. Padahal mereka membayar setiap bulan. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025