BONTANG — Pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Kota Bontang mengeluh kondisi air yang sudah tidak mengalir ke dalam area pasar sejak 1 minggu terakhir.
Ketua Asosiasi Pasar Tamrin, Zulkifli mengatakan kondisi ini sangat menyulitkan pedagang dan pengunjung. Terlebih pedagang yang ada di los ikan, ayam, daging, juga santan kelapa.
“Air ini vital. Pedagang butuh air buat bersihkan dagangan mereka. Kalau tidak begitu nanti bau," ucapnya saat ditemui di pasar, Selasa 31 Maret 2025.
Ia meminta agar pemerintah segera ambil langkah atas masalah ini. Mereka takut, jika terus dibiarkan tak ada lagi pembeli yang bakal datang.
"Kita aja yang berjualan ndak enak rasanya gitu loh cium baunya itu apalagi kalau pengunjung yang harus mencium bau yang ndak sedap itu," jelasnya.
Dari pantauan Katakaltim, sejumlah lorong di pasar tersebut terlihat jorok dan bau, termasuk juga toilet pasar yang berhari-hari sudah berkerak.
Kata Zul, masalahnya bukan di PDAM. Alasannya penampungan air yang berada di rubanah atau basement tetap penuh.
Letak masalahnya adalah pompa air yang tidak berfungsi. Di tambah lagi pipa dalam penampungan yang tak layak pakai karena keropos.
"Jadi selama air ini ndak mengalir, pedagang bolak-balik mengambil air di penampungan yang berada di basement (lantai bangunan) pasar," sebutnya.
Ada juga pedagang, yang tak mau pusing dan mengelurkan Rp500 ribu per harinya untuk air galon.
Sejalan dengan Zul, beberapa pedagang mengaku waktunya habis untuk bolak-balik mengambil air.
"Kalau kita dituntut harus naik bolak-balik terus, habis waktu kita, sementara kita ini berjualan," ucapnya.
Ia mengaku dirugikan lantaran hilangnya fasilitas dasar tersebut. “Padahal kita ini sudah bayar ini, setiap bulan kita bayar," jelasnya.
Kepala Asosiasi Pasar Rawa Indah mengatakan pihaknya sudah bernegosiasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar (UPTD Pasar).
Namun katanya tak banyak yang dapat dilakukan UPTD lantaran keputusan berada di tangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP).
Redaksi melakukan konfirmasi kepada pihak DKUMPP Kota Bontang, tapi hingga berita ini diturunkan, DKUMPP belum memberikan respons hingga pukul 19:10 WITA. (Cca)












