Payload Logo
Wali Kota Balikpapan

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud (dok: Han/katakaltim)

Butuh Rp180 Miliar, Pemkot Balikpapan Ajukan Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur

Penulis: Han | Editor: Agung
5 Maret 2026

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajukan rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan Barat kepada pemerintah pusat.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan setelah pertemuan antara Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta.

Wali Kota Balikpapan mengatakan, revitalisasi pasar tersebut diharapkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tradisional di kota tersebut.

“Kita sudah menyampaikan permohonan. Alhamdulillah usulan itu mendapat respons positif dan akan ditindaklanjuti pemerintah pusat,” ucap Rahmad kepada awak media, Rabu (4/3/2026) malam.

Menurut Rahmad, pembangunan fisik pasar nantinya akan dikerjakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu, Pemkot Balikpapan berperan memberi rekomendasi dan menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan.

“Secara teknis nanti mekanismenya melalui Kementerian PUPR. Pemkot beri rekomendasi dan melengkapi dokumen yang diperlukan agar prosesnya bisa dilanjutkan pemerintah pusat,” jelas Rahmad.

Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur kepada pemerintah pusat.

Dalam dokumen tersebut, estimasi anggaran pembangunan pasar diperkirakan mencapai sekitar Rp180 miliar.

“Dari perhitungan sementara, kebutuhan anggarannya sekitar Rp180 miliar. Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan,” tukasnya.

Lahan Pasar Inpres Kebun Sayur merupakan aset milik Pemkot Balikpapan dengan luas sekitar 1,7 hektare.

Area tersebut selama ini jadi lokasi aktivitas perdagangan yang cukup padat dan menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat di Balikpapan Barat.

Rahmad memastikan rencana pembangunan pasar telah disosialisasikan ke para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.

Katanya mayoritas pedagang mendukung revitalisasi. Karena diharap bisa menciptakan fasilitas pasar yang lebih nyaman, tertata, dan aman.

“Harapannya, nanti pasar ini bisa menjadi lebih modern, tertata rapi, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi, Pasar Inpres Kebun Sayur dinilai punya potensi perputaran uang yang cukup besar.

Berdasarkan data Pemkot, ada sekitar 599 pedagang yang menjalankan usaha di kawasan pasar tersebut.

Jika rata-rata omzet pedagang mencapai sekitar Rp17 juta per bulan, maka nilai transaksinya cukup signifikan dalam mendukung ekonomi daerah.

“Dalam setahun nilainya bisa mencapai sekitar Rp3,1 triliun,” kata Rahmad.

Menurut dia, potensi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur.

Dengan fasilitas yang lebih baik, aktivitas perdagangan diharapkan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini potensi ekonomi yang sangat baik. Karena itu kita berharap pembangunan pasar ini bisa segera terealisasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Balikpapan Barat,” imbuh Rahmad. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025