Dibaca
38
kali

Calon Wakil Bupati Kutim Mahyunadi Tanggapi Keluhan Warga Betapa Berdebunya Kota Sangatta

Penulis : Caca
 | Editor : Redaksi
4 September 2024
Font +
Font -

KUTIM — Calon Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menanggapi pertanyaan warga yang hadir dalam agenda deklarasi Relawan Palopo For ARMY di Sangatta, Rabu (4/9/2024) malam.

Pertanyaan itu terkait keluhan warga soal Kota Sangatta yang penuh dengan debu. Termasuk masalah kebersihan Kutim yang masih minim. Audiens meminta bagaimana langkah taktis Mahyunadi menghadapi problem kebersihan dan debuannya Kota Sangatta ini.

“Berdebu memang tapi duitnya banyak,” ucap Mahyunadi disambut tawa.

Baca Juga: Pengukuhan 880 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Aula Serbaguna, Kamis (29/8) (aset:ainun/katakaltim)Ardiansyah Sulaiman Kukuhkan 880 Anggota BPD se-Kutim

Ratusan masyarakat Kutim hadiri Deklarasi Relawan Palopo For Army, Rabu (4/9). (aset: caca/katakaltim)

Ratusan masyarakat Kutim hadiri Deklarasi Relawan Palopo For Army, Rabu (4/9). (aset: caca/katakaltim)

Politisi Perindo itu mengatakan wajar saja jika masyarakat ingin yang terbaik. Mereka mau menunjukkan bahwa Sangatta itu menjadi bersih dan mendapatkan predikat Adipura seperti Balikpapan.

Baca Juga: Dua Palson kepala daerah Kutim berdebat masalah eks tambang dan pasca tambang (aset: agu/katakaltim)Pengelolaan Bekas Galian dan Nasib Kutim Pasca Tambang: Kasmidi Paparkan Solusi, Mahyunadi Tampak Menggurui

“Masyarakat kita ini ingin juga menunjukkan kebanggaan bahwa saya orang Sangatta dapat Adipura seperti di Balikpapan, harapannya begitu,” katanya.

Mahyunadi menambahkan, dengan alasan itu juga lah dirinya melahirkan tekad besar untuk kembali bertarung di Pilkada Kutim.

“Karena itu lah, saya yang berdiam diri sebenarnya di kebun, punya geliat untuk maju lagi saat ini. Karena ada cita-cita saya untuk memperbaiki wilayah ini,” tuturnya.

Dia lebih jauh menginginkan agar Sangatta lebih asri dan indah ketimbang Kota Balikpapan. Pun bukan saat ini. Sebab masih membutuhkan proses yang panjang.

“Tapi bukan sekarang. Karena butuh proses,” ucap Mahyunadi.

Menurut dia, langkah awal jika nanti dirinya berdama Ardiansyah Sulaiman memanangkan kontestasi Pilkada, yaitu melahirkan program menyeluruh (komprehensif).

“Kalau kita menang, maka kita akan buat perencanaan yang komprehensif untuk Sangatta ini, Kutai Timur menyeluruh,” tandasnya.

Bahkan, dirinya berharap ada semacam blue print atau rancangan program yang detail untuk pembangunan Kutim.

“Sehingga betul-betul terencana dengan baik,” katanya disambut meriah audiens.

Lebih jauh Mahyunadi menyinggung nasib jalan Yos Sudarso. Dia mau agar kendaraan proyek tidak melintas bersamaan dengan kendaraan umum di jalan itu.

“Jalanan Yos Sudarso ini nantinya bagaimana? Jalan produksinya lewat mana? Mobil-mobil alat beratnya lewat mana? Nggak bisa di sini (Yos Sudarso) dilewatin masyarakat, jug dilewati alat-alat berat. Makanya di kota Samarinda berbeda,” ucapnya.

Mahyunadi menilai, apabila tidak ada jalan khusus bagi kendaraan proyek, maka sulit untuk menjadikan bersih Sangatta. Ditambah lagi pengelolaan yang tidak maksimal.

“Kenapa tidak maksimal? Karena ada persaingan. Boleh cari tau sendiri dah, yang pegang kebersihan Sangatta, ini orangnya Bupati atau orangnya Wakil gitu aja dah. Silahkan cari tau sendiri,” pinta Mahyunadi.

Menurut dia, adanya persaingan kosong satu dan kosong dua Kutim, berdampak pada terhambatnya permbangunan.

“Kalau ini dibiarkan bersih maka yang bagus nanti namanya si ini. Maka dibiarkan saja kotor supaya namanya jelek. Begitu lah ceritanya. Jadi ini masalah, ke depannya juga harus diperbaiki,” katanya. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >