KALTIM — PDI Perjuangan Kaltim tidak mau banyak bicara soal praktik dinasti politik yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud beserta keluarga lainnya.
Saat ini memang sangat ramai warga net termasuk influencer di tingkat nasional menyindir praktik politik yang dilakukan keluarga Mas’ud.
Bagaimana tidak, istri Rudy Mas’ud adalah seorang legislator di Senayan (DPR RI). Juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI Kaltim.
Kemudian keluarga lainnya adalah Hasanuddin Mas’ud, orang nomor satu di tubuh legislator Kaltim di Karang Paci Samarinda. Ada pula anggota dewan lainnya Syahariah Mas’ud.
Lalu ada orang nomor satu di Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Belum lagi yang baru-baru ini viral usai pelantikan, yakni Ketua Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kaltim, Putri Ananda Nur Ramadhani, juga adalah keluarga Rudy Mas’ud.
Setidaknya narasi tersebut sangat ramai bergelinding di media sosial. Bahkan sampai di tingkat nasional.
Rudy dalam kesempatan tertentu, ketika bertemu dengan mahasiswa di depan kantornya, kekeh membantah tudingan atas politik dinasti ini.
Dengan alasan bahwa dirinya dan semua keluarganya yang menjabat sebagai pimpinan jelas sekali dipilih secara demokratis.
Namun, dalam berbagai sudut pandang para pemikir, praktik politik dinasti tetap saja bisa berlangsung di tengah demokrasi. Namun dalam sudut pandang sosiologis, bukan yuridis.
Menanggapi itu, pihak PDI Peruangan Kaltim yang selama ini dikenal punya daya kritis dan memperjuangkan rakyat, tidak begitu mau memberikan komentar.
Sekretaris PDI Perjuangan Kaltim, Ananada Emira Moeis mengaku tidak mau banyak berpolemik di perkara ini.
“Saya tidak bisa mengomentari terkait dinasti politiknya. Saya tidak mau masuk ke ranah itu,” ucapnya kepada katakaltim di Kota Bontang, di sela-sela musyawarah anak cabang di Markas PDI Perjuangan Bontang, Selasa 3 Maret 2026.
Pun demikian, Wakil Rakyat Kaltim itu meminta agar Gubernur Kaltim sering-sering turun langsung melihat kondisi masyarakat.
Supaya program-program yang nanti akan dikeluarkan, keseluruhannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, alias tepat sasaran.
“Intinya kerja lah sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh untuk rakyat,” tandasnya. “Berikan energi positif untuk rakyat,” pinta dia. (Agung)










