Payload Logo
PPU

Pembagian masker di Pelabuhan Klotok PPU (Dok: katakaltim)

Dinkes PPU Ajukan Bantuan Masker ke Kemenkes

Penulis: Gung | Editor: Afri
4 November 2026

PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajukan bantuan masker dan vitamin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Usulan tersebut disiapkan sebagai upaya melindungi masyarakat sekaligus petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, menjelaskan pemantauan kualitas udara yang dilakukan instansinya memiliki cakupan berbeda dengan pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Perbedaan lokasi dan waktu pengambilan sampel menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hasil pengukuran kedua instansi tidak selalu sama.

DLH melakukan pemantauan di empat titik sesuai penugasan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Sementara itu, Dinkes PPU memantau 11 titik di sekitar wilayah kerja puskesmas, termasuk kondisi udara di dalam rumah warga.

“Pengukuran oleh Dinkes PPU tidak hanya mencakup area outdoor, melainkan juga area indoor di dalam rumah warga,” kata Lukasiwan, Rabu (4/11/2026).

Pemantauan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari. Untuk menjalankan kegiatan tersebut, Dinkes telah membentuk tim khusus penanggulangan kabut asap yang bertugas mengumpulkan hasil pengukuran dan menyampaikannya secara berkala kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).

Dari hasil pemantauan, kondisi udara pada pagi hari umumnya cenderung lebih buruk karena asap kebakaran berpotensi menumpuk.

Sementara itu, kualitas udara di sejumlah wilayah biasanya mulai membaik ketika memasuki siang hari.

Menghadapi perubahan kondisi tersebut, Dinkes tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.

Persediaan masker dan vitamin yang dimiliki secara mandiri juga telah disalurkan kepada satuan tugas di tingkat kecamatan serta petugas yang terlibat langsung dalam pemadaman karhutla.

“Dinkes PPU juga telah mendistribusikan stok mandiri berupa masker dan vitamin kepada satgas kecamatan serta para petugas yang terlibat langsung dalam penanganan pemadaman kebakaran,” jelasnya.

Lukasiwan mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan meskipun kualitas udara mengalami perubahan pada waktu tertentu.

Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan, tetapi tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara.

Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara memburuk menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Melalui pemantauan rutin dan pengajuan bantuan logistik tersebut, Dinkes PPU berharap perlindungan bagi masyarakat maupun petugas di lapangan dapat terus diperkuat selama penanganan karhutla berlangsung. (Adv)

Dilihat 693 kali