KATAKALTIM — Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil sigi terbaru mengenai persepsi publik terhadap kinerja pemerintah dan lembaga negara.
Dalam survei ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik paling rendah ketimbang lembaga lainnya.
Lembaga Wakil Rakyat itu hanya memperoleh tingkat kepercayaan publik 56 persen.
“3 persen sangat percaya. 53 persen cukup percaya," demikian hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia melalui situs resminya pada Minggu, 8 Februari 2026, seperti menukil tempo.co.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) tercatat menjadi lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi.
Lembaga pertahanan negara itu mendapat tingkat kepercayaan publik sebesar 93 persen, terdiri dari 15 persen sangat percaya dan 78 persen cukup percaya.
Presiden Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi.
Kinerja Presiden Prabowo dalam pemerintahannya mendapat skor kepercayaan publik sebesar 91 persen, yang terdiri dari 15 persen sangat percaya dan 76 persen cukup percaya.
Selanjutnya, ada Kejaksaan Agung dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 80 persen, Mahkamah Konstitusi sebesar 75 persen, Pengadilan sebesar 74 persen, Komisi Pemberantasan Korupsi 72 persen.
Lalu Kepolisian RI dan Dewan Perwakilan Daerah mendapat tingkat kepercayaan publik sebesar 65 persen, serta lembaga partai politik yang mendapat tingkat kepercayaan publik sebesar 61 persen.
Adapun pengambilan data untuk survei ini dilakukan pada 15 hingga 21 Januari 2026.
Jumlah sampel yang dipakai dalam sigi ini sebanyak 1.220 orang yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum atau mereka yang sudah berumur minimal 17 tahun dari seluruh provinsi di Indonesia.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random, dengan tingkat toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang terpilih diwawancarai melalui tatap muka. (Agung)














