KUTIM - Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau, Kalimantan Timur, terus diproyeksikan menjadi Geopark Nasional sekaligus bagian dari UNESCO Global Geopark.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (DIspar) Kutim, Akhmad Rifanie mengatakan Tim Verifikasi Geopark Nasional akan melakukan penilaian Karst Sangkulirang-Mangkaliat pada bulan Juli mendatang.
“Kami tengah mempersiapkan segala hal-hal pendukung, dalam pengakuan geopark Sangkulirang-Mangkaliat,” ucapnya, di Sangatta, Kamis 5 Maret 2023.
Disebutkannya, tim verifikasi geopark Nasional melibatkan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, dan Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).
Ia menyebut tim tersebut bakal melakukan penilaian dokumen dan peninjauan secara langsung ke kawasan Karst Sangkulirang-Mangkaliat.
Penilaian meliputi kawasan Karst, geopark, keragaman hayati, serta flora dan fauna yang ada di wilayah itu.
“Termasuk juga potensi perekonomian masyarakat. Itu juga dijadikan penilaian tim verifikasi,” tuturnya.
Jajak tangan manusia purba di Karst Sangkulirang-Mangkalihat (dok:kementeriankebudayaanri)
Sebagai dukungan kuat pengakuan geopark Sangkulirang-Mangkaliat. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dispar Kutim mengajak masyarakat untuk menjaga dan mempromosikan potensi kawasan Karst Sangkulirang-Mangkaliat.
“Tim verifikasi bakal melihat sebesar mana dukungan masyarakat kepada geopark itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini geopark Sangkulirang-Mangkaliat sudah memiliki logo resmi, yang dibentuk di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Logo tersebut bakal jadi ikon baru sektor pariwisata di Kutim khususnya serta Kalimantan Timur.
“Kami juga akan membentuk informasi center geopark Sangkulirang-Mangkaliat. Untuk sementara informasi tentang geopark itu ada di kantor Dinas Pariwisata Kutai Timur,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, Secara geografis, kawasan ini terbentang melintasi wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, khususnya di Kecamatan Bengalon.
Geopark ini dikenal dengan formasi pegunungan kapur atau karst yang unik, termasuk tebing-tebing kapur berbentuk gergaji, dengan total luas bentang alam karst mencapai 1,8 Juta Hektare. (Cca)










