Dibaca
42
kali
Harga cabai di Balikpapan tembus Rp120 ribu 1 kilogram (dok: hlm/katakaltim)

Harga Cabai di Balikpapan Makin ‘Pedas’ Tembus Rp120 Ribu per Kg

Penulis : Hilman
 | Editor : Agu
29 March 2025
Font +
Font -

BALIKPAPAN — Pemkot Balikpapan bersama OPD terkait melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Klandasan, Balikpapan Kota dan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat.

Hasilnya, ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) masih tercukupi dan harga masih terjangkau, hanya harga cabai yang masih terus meningkat.

“Intinya kegiatan ini berkaitan dengan bulan ramadan dan menjelang Lebaran 2025, dimana hasil rapat kordinasi Pemkot, Disdag dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Kota Balikpapan, tentang ketersediaan stok pangan dan pengendalian harga,” ujar, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, disela-sela Sidak di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Kamis (27/3/2025).

Baca Juga: Badan pengawas pemilu (Bawaslu) daerah Kota Balikpapan bersama Satpol Pemkot Balikpapan menerjunkan sebanyak 400 lebih personel gabungan untuk melakukan penertiban alat peraga kampanye (algaka) yang masih terpasang. Minggu (24/11/2024). (aset: hlm/katakaltim.com)Bawaslu dan Satpol PP Balikpapan Kerahkan 400 Personel Tertibkan Algaka

Dikatakannya, berdasarkan laporan Disdag Kota Balikpapan dalam rapat minggu lalu, stok bahan pokok masih mencukupi.

Baca Juga: Pedagang di Pasar Sangatta Lama mewanti-wanti harga cabai tembus Rp100 Ribu mulai bulan Desember (aset: caca/katakaltim)Cabai Murah di Pasaran, Pedagang Wanti-wanti Bulan Depan Harga Meroket Hingga Rp100 Ribu

Dari hasil pengecekan di lapangan, harga daging ayam, daging sapi, dan sayuran masih relatif stabil.

“Kami terus mengendalikan agar tidak terjadi lonjakan harga atau kendala dalam stok. Untuk harga, beberapa komoditas seperti cabai memang sedikit naik, tapi secara keseluruhan masih terkendali,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran kios penyimbang yang berfungsi untuk menjaga harga tetap dalam batas harga eceran tertinggi (HET).

Bagus meminta agar harga di kios penyimbang ditampilkan dengan jelas agar masyarakat tidak ragu berbelanja di sana.

“Kios penyimbang ini penting supaya harga tetap terkendali. Kadang pembeli takut membeli di tempat baru karena khawatir lebih mahal dibandingkan langganannya. Makanya, saya minta agar harga ditampilkan jelas,” tukasnya.

Terkait dengan kenaikan harga santan kelapa yang banyak digunakan untuk hidangan Lebaran seperti opor ayam, Bagus menilai bahwa kenaikan ini bersifat musiman dan hanya berlangsung sementara.

Serdangkan harga daging sapi yang biasanya berkisar Rp 120 ribu per kilogram naik menjadi Rp 160 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram.

Pedagang Daging Sapi di Pasar Klandasan, Andi mengatakan, kenaikan harga daging sapi bukan hanya terjadi di tingkat pengecer, tetapi juga di tingkat pemasok.

Jika sebelumnya pedagang bisa mendapatkan daging dengan harga Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram dari tukang potong. Kini harganya melonjak menjadi sekitar Rp120 ribu per kilogram.

“Sebenarnya ini sudah biasa terjadi. Setiap tahun menjelang Lebaran pasti harga naik. Permintaan meningkat, sementara harga yang kami ambil dari tukang potong juga naik,” ujar Andi.

Sementara itu, Pedahang Cabai Pasar Pandansari, Sri mengatakan, dua hari lalu harga cabai masih berkisar diantara Rp90 ribu saja, saat ini harganya naik sudah mencapai Rp120 ribu perkilogram.

“Cabai ini ini diambil dari penjual yang ada di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat dan sudah dijual dengan harga yang cukup tinggi,” tutupnya. (Hlm)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >