Payload Logo
IKN

Kawasan IKN (dok: Otorita IKN)

Dampak Ekonomi IKN bagi Kalimantan Timur

Penulis: Han | Editor: Agung
30 Juni 2026

NUSANTARA — Dampak awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai tampak pada perekonomian wilayah sekitar, terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan umumnya Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal tersebut itu diklaim dalam penyampaian edisi Seminar Jumat Belajar dengan tema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” Jumat (26/06/2026) di Kantor Balai Kota Otorita IKN.

Hadir lebih dari 200 peserta. Terdiri dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), serta Perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara.

Diskusi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ihwal dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap berbagai wilayah sekitarnya, termasuk Kaltim, Pulau Kalimantan, hingga berskala nasional.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Pungky Widiaryanto (Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN), Azhari Novy Sucipto (Ekonom Senior/Asisten Direktur BI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ibnu Yahya (Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas), serta satu penanggap, Pipit Helly Sorayan (Direktur Statistik Industri BPS RI).

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyampaikan pemahaman berbasis data diperlukan agar pembangunan IKN terus diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi.

“Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di KIPP, namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal ini selanjutnya harus diperbarui secara periodik dalam upaya kita bersama untuk memahami dampak IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) dalam mendukung transformasi ekonomi nasional,” ucap Mia.

Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa dampak terbesar pembangunan IKN terkonsentrasi di Kalimantan Timur, khususnya PPU.

Pertumbuhan ekonomi PPU tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kaltim.

Sementara Kaltim tumbuh lebih tinggi dan signifikan sebesar 3,7 persen dibanding provinsi lain di Kalimantan.

Menanggapi itu, Ibnu Yahya menyampaikan pembangunan IKN dan SEN berperan dalam mendorong transformasi ekonomi Kaltim agar tak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif.

Transformasi tersebut perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih berkelanjutan.

“Dengan Tri-City Development-nya IKN, dapat menunjukkan hasil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis dampak ekonomi yang disampaikan oleh Otorita IKN sebelumnya. Ini sangat baik,” ucapnya.

“Untuk itu dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) di masa depan, kita berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bagi wilayah Kalimantan Timur dapat tumbuh sesuai dengan target yang kita harapkan,” papar Ibnu.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir menekankan agar pembelajaran mengenai dampak makroekonomi tidak berhenti sebagai kajian.

Pembelajaran ini, kata dia, harus diterjemahkan ke dalam program-program di level mikro oleh seluruh unit organisasi Otorita IKN.

Basuki pun mengingatkan untuk nguri-uri kegiatan belajar sebagai sebuah kebiasaan, termasuk dalam sektor pemerintahan.

“Hari ini kita belajar makro ekonomi, kita harus ‘membunyikan’ itu pada program-program kita (Otorita IKN). Terima kasih untuk semua yang hadir dan telah menginisiasi Kupas Tuntas ini, termasuk untuk yang hadir disini masih nguri-uri dalam memelihara learning organization. Saya percaya, kalau kita berhenti belajar, organisasi yang masih sangat muda ini tidak akan berkembang, teruslah belajar,” tutup Basuki. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025