BALIKPAPAN — Keberangkatan jamaah umrah asal Kota Balikpapan untuk sementara waktu ditunda menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur penerbangan internasional.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri mengatakan, penundaan dilakukan sembari menunggu regulasi dan arahan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah di tingkat pusat.
“Kami masih menunggu arahan dari Kemenhaj pusat seperti apa regulasinya. Sampai sekarang belum ada laporan resmi terkait jamaah yang terdampak, baik jadwal keberangkatan maupun kepulangannya,” ujar Suharto saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jamaah asal Balikpapan yang gagal berangkat.
Namun, pihaknya mengimbau calon jamaah dan biro perjalanan umrah untuk tidak memaksakan keberangkatan di tengah situasi yang belum kondusif.
“Kami mengimbau kalau bisa tidak perlu berangkat dulu. Ditunda saja dulu daripada memaksakan diri. Jangan sampai nanti sudah sampai di sana justru kesulitan untuk kembali,” kata Suharto.
Menurut dia, penundaan sementara direncanakan berlangsung setidaknya selama satu pekan ke depan, sambil menunggu perkembangan situasi keamanan dan kebijakan pemerintah pusat.
Di Balikpapan tercatat ratusan biro perjalanan umrah beroperasi. Namun, hanya sekitar 50 biro perjalanan resmi yang melaporkan data jamaahnya ke Kemenhaj setempat.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pendataan dan pengawasan jika terjadi situasi darurat.
“Tidak semua travel melaporkan data jamaahnya kepada kami. Padahal pelaporan itu penting untuk monitoring dan perlindungan jamaah,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah jamaah asal Balikpapan masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.
Beberapa di antaranya dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Namun, jumlah pasti jamaah yang masih berada di Tanah Suci belum terdata secara lengkap.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak maskapai, penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah menuju Indonesia masih dijadwalkan beroperasi.
Adapun sejumlah maskapai lain dilaporkan menghentikan sementara penerbangan akibat risiko keamanan di jalur udara.
“Karena situasi perang, jalur udara memang berisiko. Beberapa maskapai memilih menghentikan sementara operasionalnya demi keselamatan,” kata Suharto.
Kemenhaj Balikpapan menegaskan akan menunggu pernyataan resmi dari Menteri sebelum mengambil langkah lanjutan.
Masyarakat diminta bersabar dan memantau informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan situasi.
“Kita tunggu sampai menteri menyampaikan langsung ke daerah. Untuk sementara, sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Suharto. (Han)











