KUTIM - Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, hingga triwulan II 2026 baru mencapai Rp7,78 triliun atau 42,27 persen dari target Rp18,42 triliun sepanjang tahun.
Dengan capaian tersebut, realisasi investasi Kutim masih tertinggal 57,73 persen atau sekitar Rp10,64 triliun dari target yang ditetapkan untuk 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim Novian Pranata mengatakan pemerintah daerah masih mendorong peningkatan realisasi investasi pada semester II.
“Investasi di Kutim cukup besar terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan. Kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun,” kata Novian di Sangatta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Novian, sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi penopang utama investasi di Kutim. Potensi sumber daya alam daerah menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas penanaman modal.
Untuk mengejar kekurangan realisasi tersebut, Pemkab Kutim berupaya menjaga iklim investasi melalui penyederhanaan pelayanan dan pemberian kepastian dalam proses perizinan.
DPMPTSP juga memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha untuk memastikan kegiatan penanaman modal berjalan dan tercatat dalam sistem pelaporan.
Novian mengatakan besarnya investasi tidak hanya dilihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan kegiatan penanaman modal (LKPM). Pelaporan tersebut diperlukan untuk memastikan perkembangan investasi dapat dipantau secara akurat.
“Pendataan dan pelaporan investasi menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan investasi sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan,” ujarnya.
Selain pertambangan dan perkebunan, Pemkab Kutim mendorong pengembangan investasi pada sektor industri pengolahan dan sektor ekonomi lainnya yang memiliki potensi memberikan nilai tambah.
Dengan sisa target sekitar Rp10,64 triliun, pemerintah daerah berharap realisasi investasi meningkat signifikan pada semester II 2026 sehingga target Rp18,42 triliun dapat tercapai. (adv)












