SAMARINDA — Kader Golkar Kaltim, Syarifatul Syadiah, menyampaikan agar setiap pihak tidak melihat seseorang dari sisi negatifnya saja.
Penegasan itu Syarifatul Syadiah sampaikan dalam rapat penting di kantor DPRD Kaltim pada Senin 4 Mei 2026.
“Kita ingin semuanya terbuka, biar orang tahu jangan hanya melihat seseorang atau Gubernur dari sisi negarifnya saja,” ucap Syarifatul Syadiah.
Dia menyatakan itu sebagai upaya menjelaskan renovasi rumah dinas Kaltim yang belakangan ini jadi pemantik panas aksi demonstrasi.
“Kita ingat bahwa renovasi (rumah dinas) tersebut sudah dianggarkan sebelum kepala daerah (Rudy Mas’ud) terpilih atau dilantik,” tandasnya.
“Jadi biar kita semua tau terbuka terhadap apa yang menjadi tuntutan demo kemarin soal Rp25 miliar, termasuk mobil (Rp8,5 miliar) meskipun mobil sudah klik (selesai) tapi banyak yang belum tau termasuk hal-hal lain,” sambung dia.
Tanggapi Hak Angket
Syarifatul Syadiah juga menyampaikan agar ada langkah penting sebelum menentukan hak angket.
“Harus ada dugaan pelanggaran Undang-undang, kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat, keputusan strategis yang bermasalah,” ucapnya.
“Tidak bisa kita sekedar berasumsi atau isu politik yang liar, harus ada dasar yang kuat,” tuturnya.
Yang kedua, kata dia, adalah pengumpulan data dan bukti awal. Ini penting sekali sebelum memasuki masalah angket.
“Sebelum masuk angket kumpulkan dokumen laporan data dan fakta. Apa kita sudah ngumpulkan? Belum sama sekali,” tandasnya.
Kata dia, dewan bisa memulai melalui rapat dengar pendapat (RDP) dan juga laporan masyarakat.
“Ini penting. Agar hak dewan yang berupa angket ini tidak asal-asalan angket. Jadi harus sesuai prosedur,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sebelum melakukan hak angket, lebih dahulu diperlukan hak interpelasi. Meminta keterangan kepada pemerintah. (Yuda)













