Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Rahmad Mas’ud mengingatkan seluruh ASN agar tidak terjerumus dalam praktik ilegal tersebut, menyusul terungkapnya kasus yang melibatkan salah satu oknum pegawai negeri sipil.
Kasus ini mencuat setelah aparat kepolisian menangkap seorang ASN berinisial VR (43), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti dengan berat puluhan gram, yang mengindikasikan adanya keterlibatan dalam jaringan peredaran.
Dalam keterangannya kepada media, Rahmad menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kami tidak akan mentolerir penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apa pun. ASN harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan justru terlibat dalam pelanggaran hukum,” tegasnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga berdampak luas terhadap keluarga dan citra institusi pemerintah. Oleh karena itu, setiap ASN dituntut memiliki integritas tinggi serta kesadaran untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.
Rahmad juga mengungkapkan bahwa Pemkot Balikpapan selama ini telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari sosialisasi bahaya narkoba hingga pelaksanaan tes urine secara berkala di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Upaya pencegahan sudah rutin kami lakukan. Namun yang paling penting adalah kesadaran dari masing-masing individu. Jangan sampai karier yang sudah dibangun bertahun-tahun hancur hanya karena narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada ASN yang terbukti melanggar. Tidak hanya sanksi administratif, tetapi juga kemungkinan pemberhentian secara tidak hormat sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, aparat kepolisian menyampaikan bahwa penangkapan terhadap VR berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, petugas berhasil mengungkap dugaan transaksi narkoba yang kemudian berujung pada penangkapan.
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini sekaligus memperkuat pengawasan internal.
Rahmad berharap, kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ASN agar tetap menjaga profesionalisme dan tidak tergoda oleh praktik ilegal yang dapat merusak masa depan.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. ASN adalah pelayan masyarakat yang harus menjaga kepercayaan publik. Jangan sampai kepercayaan itu hilang karena tindakan yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.(han/adv Diskominfo Balikpapan)














