KALTIM — Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, meminta seluruh pejabat tidak mengabaikan suara rakyat.
Hamas, sapaannya, menyatakan itu saat ditanyai awak media ihwal pengawasan masyarakat atas pembangunan.
“Suara rakyat jangan diabaikan. Mereka garda terdepan menghadapi dampak pembangunan. Libatkan mereka. Dengarkan mereka!” pintanya, Jumat 16 Mei 2025.
Melibatkan rakyat mengawasi pembangunan, justru menguntungkan daerah.
Baca Juga: Tanggapan Pj Gubernur atas Ketidakhadirannya dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim
Sebab mereka lah yang terdampak langsung.
Apalagi jika proyek tersebut sudah diwanti-wanti memperburuk lingkungan.
Terlebih lagi kalau pengawasannya longgar, tentu saja berpotensi menimbulkan kerugian besar.
“Kalau dari awal tak ada pengawasan serius, dampaknya akan sangat fatal. Lingkungan rusak. Masyarakat dirugikan. Jangan tunggu ada bencana baru sibuk bertindak,” tandasnya.
Pengawasan, tambah dia, sebenarnya tidak boleh bersifat reaktif.
Karena itu dia minta dinas terkait seperti Dinas PU dan DLH lebih aktif jalankan fungsi kontrol sejak tahap perencanaan hingga eksekusi proyek.
Dia juga meminta penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak asal-asalan.
“Kalau AMDAL disusun tanpa integritas, maka seluruh proyek bisa berpotensi membahayakan,” tukasnya.
Untuk itu, Hamas mengulangi lagi mendorong keterlibatan langsung rakyat dalam mengawasi.
Sebab mereka pihak yang paling merasakan dampak.
Bahkan punya pandangan jujur dan tulus atas situasi lapangan. (*)