KALTIM — Forum Pembauran Kebangsaan Kalimantan Timur (FPK Kaltim) mengajak seluruh masyarakat terus menjaga kondusivitas daerah demi memastikan aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan lancar.
Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang menegaskan bahwa Kaltim adalah rumah besar yang dihuni beragam suku dan budaya.
Meski berbeda-beda, seluruh elemen masyarakat punya tujuan sama, yakni menjaga Benua Etam tetap dalam kondisi damai.
“Kerukunan ini tidak datang tiba-tiba. Tapi dirawat dan diperjuangkan bersama. Kita disatukan oleh tujuan yang sama, yaitu Kaltim yang damai,” kata Syaharie Jaang dalam keterangannya, Selasa 14 April 2026.
Ia menambahkan, kebebasan menyampaikan pendapat atau aspirasi tetap dijamin. Tapi harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi tetap mengikuti aturan. Tidak boleh merusak atau bertindak anarkis,” tegasnya.
FPK Kaltim juga mengingatkan konflik harus dicegah sejak dini. Sebab dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan.
Sementara itu Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan.
“Mari hindari provokasi. Kedepankan cara-cara damai dan bermartabat,” katanya.
FPK Kaltim menilai, dampak kerusuhan paling dirasakan masyarakat kecil seperti pedagang, pekerja, hingga anak-anak yang butuh rasa aman.
Karena itu, seluruh warga diharapkan bersama-sama menjaga Kaltim sebagai rumah yang harmonis.
“Damai itu indah, dan Kaltim terlalu berharga untuk dikorbankan oleh emosi sesaat,” tutupnya.
Diketahui, sebanyak 44 lebih organisasi berencana melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim pada 21 April 2026 mendatang.
Dikabarkan 4 ribu orang lebih sudah mendaftarkan diri dalam rencana aksi unjuk rasa tersebut. Bahkan berpotensi akan bertambah.
Sejumlah organisasi pun menyampaikan pernyataan tegas tidak ingin ikut dalam demo itu. Sebagian lainnya sudah menyatakan sikap bergabung untuk melancarkan aksi.
Bahkan, informasi yang diterima redaksi pada Selasa 14 April 2026, sejumlah pihak sudah melakukan list nama-nama organisasi yang akan berunjuk rasa.
Sebagian berspekulasi bahwa rencana aksi unjuk rasa ini adalah yang paling besar dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana unjuk rasa ini imbas dari kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang dinilai tidak karuan.
Mulai dari masalah mobil dinas yang bahkan Presiden Prabowo sempat menegurnya, hingga polemik renovasi rumah dinas Kaltim yang mencapai puluhan miliar.
Tindakan Gubernur Kaltim ini menurut para demonstran adalah kebijakan yang menentang efisiensi yang amat ditekankan oleh Presiden Prabowo. (Agung)
Pilihan Editor: 4.000 warga siap demo di Samarinda











