Balikpapan – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan operasional pelabuhan melalui peningkatan tata kelola lingkungan sekaligus percepatan pemenuhan seluruh aspek kepatuhan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menegaskan bahwa perusahaan saat ini fokus menyelesaikan berbagai proses administrasi dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh persyaratan lingkungan dipenuhi secara menyeluruh.
"Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku. Fokus kami adalah memenuhi setiap persyaratan yang diminta serta mendukung proses verifikasi yang dilakukan oleh instansi berwenang," ujar Enriany.
Menurutnya, proses administrasi tersebut merupakan bagian dari tahapan yang harus dilalui sesuai regulasi. Karena itu, KKT secara aktif menyampaikan data, dokumen, serta melakukan koordinasi intensif agar seluruh proses berjalan sesuai mekanisme.
Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat implementasi program pengelolaan lingkungan di kawasan operasional. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan efisiensi energi melalui optimalisasi penggunaan peralatan berbasis listrik, pengelolaan limbah domestik dan limbah B3, hingga pemantauan kualitas air laut, air limbah, emisi udara, serta tingkat kebisingan secara berkala.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui program penghijauan, penambahan ruang terbuka hijau, serta pembenahan sistem drainase untuk menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan internal, KKT juga melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah, penanaman pohon, dan program peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, KKT juga mengembangkan digitalisasi pengelolaan dokumen lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses pelaporan, memudahkan pemantauan, sekaligus mendukung sistem evaluasi yang lebih efektif dan transparan.
Enriany menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya mendukung kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.
"Kami percaya bahwa operasional pelabuhan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui pengelolaan lingkungan yang terus ditingkatkan. Karena itu, evaluasi dan pembenahan akan terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan," tutupnya.













