KUBAR — DPD KNPI Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar rapat kerja kemitraan organisasi kepemudaan guna membahas program kerja dan kolaborasi kepemudaan.
Ketua KNPI Kubar, Ferlita Ananda mengatakan, kegiatan difokuskan pada silaturahmi, pengenalan kepengurusan baru KNPI periode 2026-2029, sekaligus menyusun arah langkah kerja organisasi kepemudaan ke depan.
"Selain silaturahmi, kami juga membahas program kerja ke depan bersama Dispora dan organisasi kepemudaan lainnya," ujar Ferlita kepada KataKaltim di Sendawar, Kamis 07 Mei 2026.
Dalam rapat kerja itu, lanjut Ferlita, turut dibahas berbagai agenda hari besar nasional, termasuk keterlibatan KNPI dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang.
Dispora juga meminta KNPI dalam waktu dekat menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi kalangan pemuda.
Selain itu, KNPI juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan generasi pemuda melalui berbagai program kepemudaan.
Ferlita menjelaskan, dalam rapat kerja tersebut juga dibahas soal ketahanan pangan bersama gerakan kepramukaan.
Dalam kesempatan itu, pihak Pramuka turut meminta KNPI untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang mereka jalankan.
Sementara itu, Ketua Harian KNPI Kubar, Christianus Doni menyebut pihaknya ini lebih banyak melibatkan pemuda produktif dari berbagai kecamatan, terutama yang bergerak di sektor UMKM dan pertanian.
Ia mencontohkan sejumlah pemuda di Kecamatan Bongan yang mulai berkembang melalui usah UMKM.
Menurutnya, pemuda membutuhkan pendampingan dan penguatan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Potensi setiap kecamatan berbeda-beda sesuai geografis. Ada yang fokus di pertanian, ada juga UMKM. Itu yang ini kami dorong agar pemuda bisa berkembang sesuai potensi daerahnya," paparnya.
Tak hanya itu, kata Doni, KNPI berencana menggandeng kepramukaan dalam sejumlah agenda nasional, termasuk kegiatan menjelang HUT Kemerdekaan RI dan Hari Sumpah Pemuda.
Doni menambahkan bahwa KNPI dan Dispora turut membahas peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda melalui pelatihan kerja dan sertifikasi. Program itu rencananya akan melibatkan perusahaan melalui dukungan CSR.
“Kami ingin pemuda lokal juga memiliki kesempatan kerja dan mampu bersaing. Harapannya mereka bisa mendapatkan pelatihan, sertifikasi, dan siap kerja,” tandasnya. (Jantro)












