BONTANG - Legislator Kota Bontang, Heri Keswanto (Herkes), soroti kondisi tenaga pengajar di SDN 015 Bontang Lestari, yang terletak di Pulau Selangan.
Pasalnya, beberapa tenaga pengajar dari sekolah tersebut bukanlah penduduk asli Pulau Selangan sehingga mengharuskan guru naik perahu ketinting dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. “Jadi kalau bukan warga setempat agak sulit,” kata Heri saat dihubungi, Kamis (12/9).
Apalagi kata dia, dengan kondisi kapal yang berukuran kecil dan tidak ditunjang dengan safety yang layak, guru yang tiap hari pulang pergi dari Pelabuhan Tanjung Laut menuju Selangan untuk mengajar, harus bertaruh nyawa
Baca Juga: Atasi Tigalisme, Ketua KNPI Kaltim Hadiri Musda ke 10 KNPI Bontang
Karena itu, dia mendorong agar pemerintah harus fokus terhadap kondisi masyarakat pesisir, harus tanggap dengan keluhan masyarakat, mengingat sebagian besar wilayah Kota Bontang adalah Laut.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! KPU Kutim Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Paslon, Live di TVRI dan Kompas TV
“Makanya itu harus di fikirkan memang sih, pemerintah harus tanggaplah, karna memang kan mau tidak mau, pemerintah harus berfokus pada wilayah laut, karna kita wilayahnya 70% wilayah laut kan,” terang.
Ditambah lagi, ujar Heri, 50% Penduduk Kota Bontang hidup di atas laut. "Kayak Bontang Lestari, Tihi-tihi, Selangan, Tanjung Laut, ada Malahing, Berbas Pantai, Lok Tuan, Selambai. Jadi banyak kita itu bermukim diatas laut."
Sebagai salah satu legislator yang menjadi perwakilan masyarakat Bontang Lestari, Heri mengaku akan menjadikan keluhan sekaitan ini, dan keluhan warga pesisir lainnya menjadi prioritas.
“itu PR saya sebagai warga Bonles, APBD kita kan besar, saya rasa tidak sulitlah untuk mengindahkan keinginan warga disitu,” pungkasnya. (Adv)