NUSANTARA – Aktivitas ibadah di Masjid Negara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai. Sejak difungsikan, masjid tersebut langsung menjadi magnet masyarakat untuk menunaikan salat berjemaah dan kegiatan keagamaan, terlebih di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Seiring meningkatnya intensitas kegiatan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan sistem kelistrikan di kawasan itu berada dalam kondisi aman dan andal. Pasokan listrik disiapkan dengan skema berlapis, mulai dari penyulang utama dan cadangan, gardu distribusi berproteksi, hingga dukungan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) dan genset sebagai sumber listrik alternatif.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyebut stabilitas listrik menjadi faktor mendasar dalam mendukung operasional kawasan yang terus berkembang. Menurutnya, kehadiran infrastruktur kelistrikan yang kuat sangat menentukan kelancaran aktivitas publik, termasuk kegiatan ibadah di Masjid Negara.
“Keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi operasional IKN. Kami mengapresiasi langkah PLN yang menjaga pasokan tetap stabil sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa kesiapan sistem telah melalui serangkaian pemeriksaan teknis dan pemeliharaan preventif. Petugas juga disiagakan untuk melakukan pemantauan berkala, terutama pada jam-jam dengan beban puncak selama Ramadan.
PLN, lanjutnya, telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan tegangan menengah dan rendah, sistem proteksi, serta menguji suplai cadangan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tanpa gangguan.
Penguatan infrastruktur dan digitalisasi pemantauan sistem juga terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan Ibu Kota Nusantara menjadi kota modern dan berkelanjutan. Dengan kesiapsiagaan tersebut, PLN berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk di pusat pemerintahan baru Indonesia.














