Payload Logo
Mahyunadi

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi bersama Ketua DPRD Kutim, Jimmi saat bertemu dengan mahasiswa Kutim di Makassar (dok: Caca/katakaltim)

Memutus Rantai Nomaden, Mahasiswa Kutim di Makassar Dapat Angin Segar Pembangunan Asrama Permanen

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
20 Januari 2026

MAKASSAR — Kabar gembira datang bagi para pejuang pendidikan asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tengah menempuh studi di Kota Makassar.

Penantian panjang akan hunian yang layak dan menetap mulai menemui titik terang.

Pemerintah Kutim, melalui Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kutim, resmi menerima dan menyetujui aspirasi mahasiswa terkait pengajuan pembangunan asrama permanen.

Ini adalah upaya pemerintah meningkatkan fasilitas penunjang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi generasi muda Kutim di perantauan.

Investasi SDM

Selama ini, keterbatasan fasilitas asrama seringkali menjadi ganjalan bagi mahasiswa.

Tanpa hunian yang representatif, fokus akademik sering terpecah oleh urusan biaya sewa yang tidak menentu dan kenyamanan tempat tinggal yang minim.

Kutim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan pembangunan asrama permanen ini adalah investasi jangka panjang untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia memproyeksikan asrama sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan solidaritas, serta wadah pengembangan kompetensi mahasiswa.

"Asrama permanen di beberapa cabang HIPMA-KT, terutama di kota-kota besar seperti Makassar, akan diagendakan tahun ini. Selain Makassar, kami juga menyasar Samarinda, Malang, Jogja, dan Surabaya," ucap Mahyunadi.

Asrama ini akan dibangun dengan fasilitas yang mumpuni, mencakup 60 Kamar Utama. Terbagi atas 30 kamar putra dan 30 kamar putri.

Fasilitas Ibadah: Pembangunan Mushollah di area lahan yang tersedia. Kemudian Sarana Olahraga seperti Lapangan cabang olahraga (cabor) untuk menunjang aktivitas fisik mahasiswa.

Mengakhiri Budaya Nomaden

Bagi mahasiswa Kutim di Makassar, kepastian mengenai asrama permanen adalah jawaban atas keresahan menahun.

Selama ini, mereka harus berhadapan dengan ketidakpastian sewa bangunan yang mengharuskan mereka berpindah lokasi setiap tahunnya.

Kutim

Ketua HIPMA-KT Makassar, Herlisa Febriana, menyambut baik komitmen pemda tersebut. Ia menyoroti betapa sulitnya menjaga produktivitas jika kebutuhan dasar seperti tempat tinggal belum stabil.

"Kami sangat senang aspirasi ini disambut baik. Yang kami rasakan selama ini adalah setiap tahun harus berpindah rumah untuk memperpanjang sewa. Belum lagi inventaris yang dijanjikan oleh Pemda seperti mesin cuci, printer, dan barang lainnya tidak kami dapatkan hingga saat ini," ungkap Herlisa.

Komitmen Anggaran yang Kuat

Dukungan penuh juga terlihat dari sisi finansial. Mahyunadi menegaskan APBD Kutim memiliki kapasitas sangat mencukupi merealisasikan program ini.

Kata dia, Pemda mengusahakan agar asrama permanen ini segera dianggarkan dan dibangun.

DPRD Kutim

Sementara itu, Ketua DPRD Kutim, Jimmi mengaku bahwa kehadiran asrama permanen bagi mahasiswa adalah harapan yang sangat penting untuk direalisasikan.

Dia berharap agar mahasiswa Kutim tidak lagi terbebani oleh persoalan hunian. Sehingga mereka dapat lebih fokus mengukir prestasinya masing-masing.

“Dan kelak kembali untuk membangun daerah asal dengan bekal ilmu yang mumpuni,” jelanya. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025