Payload Logo
Bontang

BPBD Bontang dalam proses pencarian orang tenggelam di perairan Bontang, Kamis 8 Januari 2026 (dok: BPBD Bontang)

Nelayan Hanyut di Perairan Bontang

Penulis: Agu | Editor:
8 Januari 2026

BONTANG — Badai kencang diiringi hujan deras menerjang kapal nelayan di perairan Bontang, Rabu, 7 Januari 2026, malam.

Tali kapal pada bagang yang berada di perairan Tanjung Limau pun putus akibat dilibas badai tersebut.

Dampaknya seorang anak buah kapal (ABK) bernama Wardi (25) ikut hanyut bersama kapal tersebut.

Pemilik Kapal sekaligus bagang, H. Aba menjelaskan saat badai tiba, kondisi mesin kapal tidak berfungsi normal.

“Biasanya kami kalau ada badai bisa dihadapi dan kembali ke bagang kalau mesinnya menyala,” ucapnya saat ditemui di Dermaga Tanjung Limau, Kamis, 8 Desember 2026.

H Aba menambahkan, korban merupakan perantauan asal Manggar, Kota Balikpapan. Baru pertama kali berlayar di perairan Bontang.

Kru kapal H. Aba sudah semalaman mencari korban. Sampai pagi belum juga menemukan tanda-tanda.

Namun, tadi pagi, Kamis 8 Januari 2026, pihak badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bontang mendapati jeriken.

“Pagi tadi dilaporkan, barusan BPBD turun dan sudah menemukan jeriken kapal. Jadi kemungkinannya tenggelam,” tuturnya.

H. Aba mengaku akan terus mencari korban sampai malam nanti. Harapannya bisa menemukan korban di sekitar jeriken yang ditemukan BPBD Bontang.

Di samping itu, Kepala BPBD Bontang, Usman, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail membenarkan penemuan jeriken tersebut.

“Kami pulang ke Mako. Tapi setelah kami kasih lihat jeriken yang ditemukan di laut, pemilik kapal dan rekannya rencana melakukan pencarian lagi,” tuturnya. (Agu)