KALTIM — Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT)-Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kaltim menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Yulius Selvanus Lumba untuk kembali memimpin organisasi pada periode 2026-2031.
Deklarasi disampaikan oleh Ketua PMTI Kaltim, dr. Nataniel Tandirogang, usai pelantikan pengurus wilayah yang berlangsung di Odah Etam, kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Sabtu (18/4/2026).
"Kalimantan Timur dengan ini mendeklarasikan Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumba sebagai calon tunggal yang akan kami usung menjadi Ketua PMTI periode 2026-2031," ujar Nataniel ditemui usai pelantikan.
Menurutnya, dukungan tersebut didasarkan pada kepemimpinan Yulius yang dinilai mampu menyatukan dan menjadi pengayom masyarakat Toraja di berbagai daerah.
"Beliau adalah orang tua kami, pengayom kami. Kami berharap beliau terus memberi sumbangsih pengabdian kepada seluruh masyarakat Toraja," ujarnya.
Ia menilai kesinambungan kepemimpinan penting untuk menjaga soliditas sekaligus memastikan program kerja organisasi berjalan optimal.
Dalam waktu dekat, PMTI Kaltim juga akan melakukan konsolidasi ke seluruh daerah.
"Kami akan bergerak cepat melakukan konsolidasi ke daerah, termasuk memperkuat program pendidikan, sosial, dan keagamaan," ucapnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Yulius Selvanus Lumba menyebut masa jabatannya akan segera berakhir dan organisasi akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Mei 2026.
"Masa bakti saya selesai tanggal 26 besok. Untuk itu akan ada Mubes pada bulan Mei 2026," ujar Yulius.
Ia menegaskan, Mubes menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kepemimpinan PMTI ke depan dengan melibatkan seluruh wilayah.
Meski mendapat dukungan dari sejumlah daerah, Yulius memastikan setiap wilayah tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.
"Ini organisasi keluarga. Semua punya hak untuk menyampaikan aspirasi," jelasnya.
Yulius, yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, memimpin PMTI sejak 2021.
Ia menekankan pentingnya menjaga peran organisasi sebagai wadah pemersatu masyarakat Toraja, baik di dalam negeri maupun perantauan. (Deni)










