BONTANG — DPC PDI Perjuangan Kota Bontang soroti masalah pengelolaan di Pulau Beras Basah, Kamis 2 April 2026.
Belum lama ini terjadi pengusiran terhadap wisatawan. Sebab mereka menggunakan terpal sendiri dan tidak menyewa tenda. Bahkan wisatawan dituding mencuri.
Atas masalah itu, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Bontang, Rachmad Maulana, menegaskan bahwa ini sangat memalukan.
Pendiri Organisasi Pelaku Pariwisata kota Bontang (Kutata) itu sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi.
“Sangat disayangkan sekali. Ini menandakan pengelolaan masih belum jelas dan merugikan wisatawan,” ucapnya dalam keterangan yang diterima.
Dia meminta seharusnya pemerintah hadir untuk membenahi masalah ini. Sebab selain pengusiran wisatawan, pulau tersebut juga banyak sampah berserakan.
“Ini kan fasilitas umum. Harusnya dikelola dengan baik. Apalagi pengunjung sudah dikenakan biaya. Belum lagi ongkos ke sana kan lumayan juga,” tandas dia.
Belum lagi dikabarkan pengunjung bahwa toilet di Pulau Beras Basah dikunci. Dan kondisi itu sudah dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung.
“Kami juga dapat kabar toilet dikunci. Pengunjung mengeluh lah. Masa ada tempat wisata, apalagi ini Beras Basah cerminan pariwisata Bontang, tapi toiletnya gak berfungsi. Masalah betul itu,” tandasnya.
“Intinya kita mau pengelolaan yang baik lah. Itu sudah seharusnya menjadi fokus pemerintah,” tutupnya.
Redaksi mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang, Eko Mashudi, tapi sampai sekarang belum memberikan respons.
Sebelumnya diberitakan, Ramai di media sosial (medsos). Warga terpaksa menggulung terpalnya agar mereka menyewa tenda yang sudah ada di Pulau Beras Basah Kota Bontang.
Konten medsos itu berupa video berdurasi 1 menit 15 detik. Diunggah oleh akun Facebook Herlin Anggereani dua hari lalu.
Video tersebut memperlihatkan pengusiran terhadap pengunjung di Pantai Beras Basah.
Mereka diduga tidak diperbolehkan berada di kawasan itu tanpa izin terlebih dahulu.
Situasi memanas ketika seorang pria menuding pengunjung melanggar. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pencurian.
“Mencuri namanya,” tutur pria paruh baya dalam video tersebut.
Pemilik video mengatakan bahwa mereka tidak menyewa lapak lantaran mereka membawa tenda. Dan kepentingan mereka adalah memberi makan anak-anak yatim saat itu.
“Kita semua bawa tenda jadi gak sewa lapak mereka. Lagian tenda mereka juga sudah pada digulung semua. Kita juga warga negara bayar pajak juga lo,” tulis Herlin di akunnya.
Dikabarkan Herlin berwisata ke Beras Basah pada Rabu 25 Maret 2026 malam. Rombongannya sekitar 50 orang, termasuk anak yatim. Mereka berkemah mandiri di area tenda warga. (Caca)













