Payload Logo
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsihsaat memberikan keterangan terkait rencana rehabilitasi lahan sawah di kawasan Teritip, Balikpapan.(dok : han/KK)

Pemkot Balikpapan Matangkan Rehabilitasi Lahan Sawah Teritip untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Penulis: Han | Editor:
25 Maret 2026

Balikpapan — Upaya memperkuat kemandirian pangan terus didorong Pemerintah Kota Balikpapan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah rehabilitasi lahan persawahan seluas 58 hektare di kawasan Teritip, Balikpapan Timur. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun mendatang sebagai bagian dari optimalisasi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mencatat total luas KP2B di wilayah tersebut mencapai 98 hektare. Namun hingga saat ini, baru sekitar 40 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai sawah produktif. Sementara sisanya masih berupa lahan dengan tutupan vegetasi lebat yang memerlukan penanganan khusus sebelum bisa difungsikan.

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pembersihan lahan dan penyiapan infrastruktur dasar pertanian. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di Balikpapan yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ia mengakui, produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara luas. Bahkan, untuk komoditas utama tersebut, ketergantungan terhadap daerah lain masih sangat tinggi. Kondisi ini dinilai perlu segera diatasi melalui peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian.

“Selama ini hasil panen petani masih terbatas, sebagian besar hanya cukup untuk konsumsi pribadi. Karena itu, perlu ada upaya serius untuk meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya, selasa (24/03/2026).

Di sisi lain, dukungan terhadap petani juga terus diperkuat. Salah satunya melalui jaminan pembelian hasil panen oleh Perum Bulog dengan harga gabah kering panen yang dinilai cukup kompetitif. Skema ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Tak hanya itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Melalui penyuluh lapangan, para petani mendapatkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari teknik budidaya hingga pengelolaan usaha tani.

Program pembinaan ini dinilai penting untuk mendorong petani menjadi lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Dengan penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas, diharapkan produktivitas lahan yang direhabilitasi nantinya dapat optimal.

Pemkot Balikpapan menargetkan, melalui kombinasi antara perluasan lahan produktif dan peningkatan kemampuan petani, ketahanan pangan daerah dapat meningkat secara bertahap.

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar serta menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.(han/adv Diskominfo Balikpapan)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025