BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mengintensifkan upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mendorong ritel modern agar menyediakan ruang yang lebih luas bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah dominasi produk pabrikan dan distribusi skala besar.
Melalui pemantauan langsung ke sejumlah pusat perbelanjaan dan swalayan, Pemkot memastikan implementasi kebijakan penyediaan rak khusus UMKM berjalan optimal. Asisten III Bidang
Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menegaskan bahwa kehadiran produk lokal di ritel modern harus terus ditingkatkan, tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas.
“Kami ingin memastikan produk UMKM Balikpapan benar-benar mendapatkan tempat yang strategis di ritel modern. Tidak sekadar ada, tetapi juga mudah diakses dan menarik perhatian konsumen,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, beberapa ritel modern di Balikpapan sudah menunjukkan komitmen dengan menyediakan rak khusus bagi produk UMKM. Namun, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih adanya dominasi produk dari luar daerah yang mengisi ruang tersebut.
“Kami menemukan bahwa di beberapa lokasi, produk UMKM yang dipajang justru berasal dari luar daerah. Ini menjadi perhatian serius bagi kami agar pelaku UMKM lokal bisa lebih diutamakan,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot secara rutin melakukan evaluasi tahunan terhadap ritel modern guna memastikan adanya kontribusi nyata dalam mendukung pelaku usaha lokal. Jika ditemukan ritel yang belum menyediakan ruang khusus, pemerintah akan memberikan rekomendasi dan pembinaan.
Selain itu, Pemkot juga mendorong peningkatan kualitas produk UMKM, mulai dari kemasan, standar produksi, hingga strategi pemasaran. Menurut Andi, perkembangan UMKM di Balikpapan menunjukkan tren positif, terutama dari sisi tampilan produk yang semakin profesional.
“Kemasan produk UMKM kita sekarang sudah jauh lebih baik dan kompetitif. Tinggal bagaimana memperkuat promosi dan memperluas akses pasar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor ritel untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
Dukungan dari ritel modern dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Kolaborasi ini harus terus diperkuat. Jika semua pihak bergerak bersama, produk UMKM Balikpapan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional,” tutupnya.(han/adv Diskominfo Balikpapan)














