Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Balikpapan, Jumat (9/5/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan reformasi birokrasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah perkembangan teknologi dan pembangunan daerah yang semakin dinamis.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pejabat fungsional memiliki peran penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan akuntabel. Menurutnya, penguatan jabatan fungsional juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” kata Rahmad Mas’ud dalam sambutannya.
Ia menegaskan, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital yang memengaruhi pola pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ASN diminta mampu beradaptasi dengan perubahan dan meninggalkan pola kerja lama yang dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurut Rahmad, posisi Balikpapan sebagai kota penyangga sekaligus mitra strategis pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah.
“Pemerintah bagaimana program ini sampai di masyarakat. Karena situasi dan kondisi sekarang sangat dramatis,” ujarnya.
Selain dituntut adaptif, para ASN juga diminta menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, dan berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan. Rahmad menilai, keterbukaan informasi dan pengawasan publik terhadap kinerja aparatur kini semakin besar sehingga setiap tindakan pejabat pemerintah akan menjadi perhatian masyarakat.
“Karena apa yang kalian lakukan dan apa yang tidak kalian lakukan itu sudah dimonitor semua. Jadi perlu kehati-hatian dan kewaspadaan,” tegasnya.
Meski demikian, Rahmad meminta seluruh pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan pengawasan publik sebagai beban, melainkan sebagai motivasi untuk meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan.
“Bukan berarti dengan kita diawasi semangat kita akan berkurang. Tentu itu menjadi vitamin untuk kita bahwa kita ini diawasi agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan bekerja dengan ikhlas,” ucapnya.
Pemkot Balikpapan berharap pelantikan puluhan pejabat fungsional tersebut dapat memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Adv Diskominfo Balikpapan)














