KALTIM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Program Pendidikan Gratispol terus berjalan dan siap mendukung mahasiswa menempuh pendidikan tinggi.
Surat Keputusan (SK) penerima Gratispol bagi mahasiswa baru telah ditandatangani Gubernur Kaltim.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Dasmiah, mengatakan SK tersebut segera diserahkan kepada perguruan tinggi untuk proses verifikasi dan validasi data mahasiswa.
"SK mahasiswa baru sudah ditandatangani Gubernur. Selanjutnya akan dikirim ke masing-masing perguruan tinggi untuk dilakukan verifikasi dan validasi data sesuai ketentuan, seperti KTP dan usia," ujar Dasmiah saat Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Kaltim, Senin 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kecepatan pencairan bantuan tergantung kelengkapan data yang disampaikan perguruan tinggi. Karena proses verifikasi bersamaan dengan tahapan penyaluran dana.
Selain mahasiswa baru, Pemprov Kaltim juga mendata mahasiswa semester 4, 6, dan 8 secara daring. Hingga kini, sekitar 25 ribu data telah masuk dan 10 ribu di antaranya telah terverifikasi.
"Pendataan masih terus berjalan. Data yang masuk juga kami verifikasi ke Dukcapil, dengan durasi paling cepat sekitar dua minggu," jelasnya.
Terkait anggaran, Dasmiah memastikan bantuan Gratispol aman untuk menjangkau sekitar 124 ribu mahasiswa di Kaltim.
"Insya Allah anggaran Gratispol aman dan bahkan berlebih. Jadi mahasiswa tidak perlu khawatir," tegasnya.
Program Gratispol menanggung hingga 80 persen UKT mahasiswa. Sementara biaya tambahan di perguruan tinggi swasta menjadi kewenangan masing-masing kampus.
Diketahui, dana tersalur untuk program Gratispol tahun 2025 kepada mahasiswa baru sebesar Rp105 miliar lebih untuk 53 perguruan tinggi. Ada 21.903 mahasiswa yang menikmati program tersebut. (Deni)











