Payload Logo
cangkang sawit PLN

PLN Energi Primer Indonesia mengirim 6.700 ton cangkang sawit dari Berau ke PLTU Teluk Balikpapan menggunakan tongkang. Pengiriman ini menjadi yang terbesar dan mendukung target pasokan biomassa 3,65 juta ton pada 2026.(dok : PLN)

PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Teluk Balikpapan, Dorong Target Pasokan Biomassa 2026

Penulis: Han | Editor:
9 Maret 2026

Balikpapan – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat pasokan biomassa untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Terbaru, sebanyak 6.700 ton biomassa jenis cangkang sawit dikirim menuju PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan tongkang dari Kabupaten Berau.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengiriman tersebut menjadi yang terbesar untuk sekali pengiriman biomassa yang pernah dilakukan perseroan. Sebelumnya, PLN EPI juga pernah mengirim biomassa jenis serbuk kayu (sawdust) sebanyak 5.600 ton ke PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban, Jawa Timur.

Menurut Hokkop, pencapaian ini menjadi langkah awal yang positif dalam memenuhi target pasokan biomassa PLN EPI pada 2026 yang ditetapkan sebesar 3,65 juta ton.

“Pengiriman ini menjadi yang terbesar untuk sekali angkut biomassa. Kami berharap ini menjadi momentum awal yang baik untuk mengejar target pasokan biomassa tahun ini,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, cangkang sawit termasuk salah satu jenis biomassa dengan kualitas tinggi karena memiliki nilai kalor yang relatif besar dan mendekati batu bara. Dengan karakteristik tersebut, pemanfaatannya dalam program cofiring PLTU dinilai cukup efektif untuk membantu mengurangi penggunaan energi fosil.

Selain faktor kualitas bahan baku, strategi distribusi juga menjadi perhatian PLN EPI. Hokkop menilai transportasi laut menjadi solusi paling efisien dalam mendistribusikan biomassa di Indonesia yang memiliki kondisi geografis kepulauan.

Sebagian besar PLTU milik PLN, kata dia, berada di wilayah pesisir dan memiliki fasilitas dermaga sendiri sehingga memungkinkan pengiriman biomassa dalam jumlah besar melalui jalur laut.

“Distribusi melalui laut memungkinkan volume pengiriman yang jauh lebih besar dibandingkan melalui jalur darat, sekaligus mempercepat proses logistik,” jelasnya.

Ia menambahkan, sumber bahan baku biomassa di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. Kalimantan misalnya, memiliki potensi cangkang sawit yang melimpah, sementara daerah lain memiliki jenis biomassa yang berbeda.

Karena itu, distribusi antarpulau melalui jalur laut dinilai menjadi solusi untuk memastikan ketersediaan pasokan biomassa bagi PLTU di berbagai daerah.

“Ke depan bukan tidak mungkin cangkang sawit dari Kalimantan dikirim ke PLTU di Sulawesi atau wilayah lain. Sebelumnya juga pernah dilakukan pengiriman sawdust dari Sulawesi ke PLTU di Tuban,” kata Hokkop.

Dengan realisasi pengiriman tersebut, PLN EPI semakin optimistis target pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton pada 2026 dapat tercapai.

Menurut Hokkop, peningkatan target memang cukup signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Namun ia yakin dengan penguatan rantai pasok, inovasi logistik, serta kolaborasi berbagai pihak, target tersebut dapat direalisasikan.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan saat ini, kami optimistis target pasokan biomassa tahun ini dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025