Payload Logo
Kepala DKUMPP

Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi (dok:caca/katakaltim)

Program UMKM Bontang Digembar-gembor, Tapi Banyak Tersingkir di BI Checking, Pinjol Salah Satu Sebabnya

Penulis: Salsabila | Editor: Agung
31 Maret 2026

BONTANG — Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di Kota Bontang sering digembar-gembor. Diharap bisa bantu “rakyat kecil”.

Tapi, Dinas Koperasi Usaha Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang mengaku ratusan pelaku UMKM gagal mendapat manfaat Program Kredit Bontang Kreatif ini.

Kepala DKUMPP Kota Bontang Eko Arisandi menyampaikan alasannya. Katanya lantaran banyak calon debitur masih terikat dengan pinjaman di tempat lain. Termasuk pinjaman online alias Pinjol.

"Termasuk Pinjol dan sebagainya. Karena itu Kreditur dalam hal ini BPD pasti akan menghitung likuiditas dari permintaan kredit," kata Eko kepada Katakaltim, Senin 30 Maret 2025 di Bontang Lestari.

Seperti yang ditahu, dari laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Pemkot Bontang, realisasi bantuan modal ini hanya menyentuh 117 pelaku UMKM.

Padahal DKUMPP Bontang mencatat ada kurang lebih 24.000 pelaku UMKM yang terdaftar di Kota Bontang.

Informasinya, dari 117 pelaku UMKM itu hanya menyerap uang sekitar Rp1,5 Miliar. Padahal yang disiapkan sebanyak Rp12 Miliar.

Pemkot Tak Berdaya

Sayang sekali, dalam program ini Pemkot Bontang tak punya daya dalam menentukan kelolosan berkas debitur di Bank.

Kata Eko, kewenangan pemerintah hanya cek administrasi seperti jenis usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia).

"Namun keputusan akan memberikan kredit itu tetap ada di pihak Bank," jelasnya.

Meski begitu, setiap bulan pihaknya koordinasi dengan BPD. Dan sudah meminta agar Bank Kaltimtara bisa memberi keringanan.

Banyak yang Tidak Tahu

Sebenarnya ada banyak masyarakat Bontang yang mengaku masih awam dengan program ini. Juga menjadi salah satu alasan sebagian mereka tidak ajukan pinjaman.

Artinya, ada indikasi program ini kurang sosialisasi oleh dinas terkait. Tapi Eko membantah itu.

Terbaru, katanya mereka sosialisasi di Bulan Februari di 3 kecamatan, bekerja sama dengan pemerintah setempat.

"Tapi dengan info ini, kita akan gencarkan lagi lah. Tapi sejak tahun lalu kita sudah banyak melakukan sosialisasi," tandasnya.

Tanggapan Wali Kota

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Bontang menganggarkan program ini Rp12 Miliar. Bunganya nol persen. Sayangnya, program ini agak jauh dari harapan.

Dari penelusuran katakaltim.com, beberapa pelaku UMKM di Bontang Kuala mengaku tak tahu adanya program yang hampir setahun meluncur ini.

"Belum pernah dengar sih," kata pelaku UMKM yang kerap disapa Mama Arni, saat ditemui Minggu 29 Maret 2026 sore.

Hal senada disampaikan Rahmania, pelaku UMKM yang bergerak sebagai pembuat perhiasan.

"Saya gak ada pernah dengar sih. Belum ada," akunya. Ia bilang sudah bertahun-tahun menjadi pelaku UMKM, namun belum pernah mendapat bantuan sama sekali.

"Sudah 3 tahun handmade manik-manik. Sebelumnya hingga sekarang saya jualan ayam geprek di rumah, gak ada (bantuan UMKM-red) atau saya-nya yang gak dengar gak tahu juga,” tutur dia ragu-ragu.

Adapun mereka yang mengetahui eksisting-nya program ini mengaku malas sekali mengajukan pinjaman sebab repot administrasinya.

"Tau tapi gak ngajuin, malas ribet. Teman-teman banyak yang ajuin tapi gak ACC (diterima) terbentur syarat BI Checking,” ungkap Rianti.

Ada juga pelaku UMKM yang mengatakan tak mampu mengajukan sebab harus sertakan agunan alias jaminan. “Tau sih tau. Tapi kita yang usaha kecil-kecil ini gak mampu, karena harus ada agunan," jelas Ica.

Katanya, program ini berbeda dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) milik pemerintah pusat yang bebas agunan.

"Kita maunya kayak begitu, atau kayak saya pernah pinjam di Pegadaian dapat Rp5 Juta sekalipun ada bunga tapi masih terbilang murah gak sampai Rp1 juta bunganya," sebut dia.

Meski begitu, mereka akui kalau program ini berjalan dan mendapat jaminan kemudahan dari pemerintah dalam administrasi, tentu saja akan sangat membantu masyarakat Bontang.

Menanggapi itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, awalnya yakin program ini mampu membantu minimal 500 UMKM setiap tahun.

Sayang seribu sayang, jelang setahun program ini hanya mampu membantu 117 UMKM di Kota Bontang.

"Target saya kan kalau bisa setiap tahun ada 500 supaya pertumbuhan ekonomi juga bagus. Tapi kan bank juga takut, nanti bank juga dapat sanksi dari Bank Indonesia," jelasnya saat ditemui di Sekambing, Senin 30 Maret 2025.

Padahal, menurut politisi Golkar itu, bahwa program ini sangat bisa membantu dan memudahkan masyarakat. Sebab bunganya tidak ada. “Tapi kalau gak lolos BI Cheking juga, Bank enggak mau rugi nanti hilang jejak," tukasnya.

Dalam penyampaian LKPJ Pemkot Bontang Tahun Anggaran 2025, realisasi nilai Kredit Bontang Kreatif untuk 117 UMKM adalah Rp1,568 Miliar. Sangat jauh dari nilai yang disiapkan Rp12 Miliar. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025