SAMARINDA — Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, menantang pihak aliansi perjuangan masyarakat Kaltim atau APMKT.
Tantangan itu tidak main-main: Sumpah Al-Qur’an dan sumpah pocong.
Tantangan tersebut Sudarno sampaikan langsung di akun Instagram-nya pada Selasa 14 Juli 2026.
Polemik ini sebenarnya mencuat usai Sudarno menuding Ketua APMKT, Erly Sopiansyah, pernah ajukan proposal ke Gubernur Kaltim yang dititipkan kepadanya.
Setelah kedua belah pihak saling menanggapi satu sama lain, akhirnya Sudarno menantang Erly Sopiansyah melakukan sumpah Al-Qur'an, bahkan sumpah pocong.
"Karena kita umat beragama udah.. Kita sumpah Qur'an aja,” pintanya. “Bahkan Kalau masih kurang, kita sumpah pocong,” sambung Sudarno.
Sudarno mengajukan tantangan tersebut untuk membuktikan ke masyarakat bahwa tudingan yang ia sampaikan kepada APMKT itu benar.
Jawab Isu Proposal
Terkait isu proposal, Sudarno menuturkan Erly pernah meminta Rp2 miliar kepadanya melalui percakapan telepon dan via WhatsApp.
"Rekam jejak digitalnya dah kuat kok..! Nanti soal hukum kita masuk ke Polda, juga ke kejaksaan dan nanti kita buktikan di pengadilan,” bebernya.
Sudarno bahkan mengakui bahwa dirinya pernah melakukan pertemuan rahasia dengan Erly di sebuah kafe. Difasilitasi oleh salah satu organisasi masyarakat (Ormas) lokal.
Dari hasil pertemuan rahasia itulah, Sudarno mengakui salah satu sekjen ormas lokal dan Erly mengajukan permintaan sejumlah uang.
"Di ruang VVIP seharga Rp2 juta yang diminta bayarin adalah aku, padahal pertemuan itu yang minta mereka,” ungkapnya.
Tanggapan APMKT
Menanggapi itu, Erly membantah keras pengakuan Sudarno, serta menerima tantangan yang diajukan Sudarno dalam video unggahannya.
"Saya sama sekali tidak takut dengan tantangan 'SD',” ucapnya saat dikonfirmasi Katakaltim, Rabu (15/7/2026).
Bahkan ia menganggap Sudarno telah merendahkan dirinya sendiri sebagai seorang tim ahli Gubernur Kaltim.
Baginya selama ini 'SD' tidak melaksanakan tugasnya sebagai seorang ahli. Padahal Sudarno harusnya menasehati dan memberi masukan kepada Rudy untuk kemajuan Banua Etam.
Erly bahkan mengaku, pihaknya bisa menantang balik Sudarno. Namun dirinya kasihan kepada Sudarno.
"Saya bisa saja memberikan tantangan balik kepada Anda (Sudarno) tapi saya kasihan kepada Anda,” tegasnya.
Terakhir, Erly juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kaltim bahwa kondisi Kaltim sedang buruk.
Sebab telah terjadi upaya pembungkaman kritikan tajam terhadap kebijakan pemerintah.
“Dan kini tidak dijawab dengan semestinya,” pungkas Erly. (Wira)














