SAMARINDA – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) terus memperkuat aspek keselamatan dan keamanan operasional pelayaran di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memasang dua perangkat pendukung navigasi, yaitu Port Entry Light (PEL) serta alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.
Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, menjelaskan bahwa pemasangan perangkat tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan keselamatan navigasi bagi kapal yang melintas di kolong Jembatan Mahakam, yang selama ini dikenal memiliki tantangan tersendiri bagi aktivitas pemanduan kapal.
Perangkat Port Entry Light (PEL) sendiri mulai dipasang sejak September 2024. Alat ini berupa lampu sistem suar navigasi dengan intensitas cahaya tinggi yang berfungsi membantu kapal saat memasuki jalur pelayaran, khususnya ketika melintas di kolong jembatan.
Lampu navigasi tersebut berfungsi menandai jalur aman, memberikan panduan arah pelayaran, sekaligus membantu kapal mengidentifikasi posisi alur yang benar, terutama saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, mengatakan bahwa teknologi PEL sudah banyak digunakan di pelabuhan internasional dengan lalu lintas pelayaran yang padat.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights (PEL) memang sudah sangat banyak digunakan di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk, memiliki alur pelayaran sempit, atau memiliki lalu lintas padat," tulisnya dalam keterangan yang kami terima, Kamis (5/3/2026).
"Lampu ini menjadi standar keamanan krusial untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam,” sambungnya.
Ia menambahkan, kondisi pelayaran di kolong Jembatan Mahakam memiliki tingkat kesulitan tersendiri sehingga diperlukan dukungan teknologi navigasi yang lebih memadai.
“Karakteristik pelayanan pemanduan kolong jembatan di Perairan Sungai Mahakam memang cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL sebagai salah satu upaya mempermudah nahkoda kapal dan perwira pandu mengenai posisi mereka di jalur yang benar sehingga dalam melintas dengan aman,” jelas Edward.
Selain pemasangan lampu navigasi, SPJM juga memasang sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu pada Januari 2026.
Perangkat sensor ini berfungsi memantau berbagai kondisi penting di perairan, mulai dari kecepatan arus sungai hingga jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan (clearance). Informasi tersebut ditampilkan melalui monitor display yang dipasang pada railing Jembatan Mahakam.
Tak hanya itu, di Stasiun Pandu dekat Jembatan Mahulu juga telah dipasang sensor ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder.
Seluruh data dari sensor tersebut terhubung ke sistem dashboard monitoring berbasis web yang dapat memberikan pembaruan informasi secara real-time setiap satu menit.
Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur notifikasi peringatan apabila muatan kapal melebihi batas ketinggian yang ditetapkan oleh regulasi pelayaran.
Edward menjelaskan bahwa keberadaan sistem sensor tersebut akan sangat membantu perwira pandu maupun nahkoda kapal dalam mengambil keputusan saat melakukan manuver kapal di bawah jembatan.
“Sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa teknologi monitoring tersebut juga akan meningkatkan situational awareness atau kesadaran situasional bagi para pelaku pelayaran.
“Dengan adanya alat sensor dan monitoring ini juga akan memberikan kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi bagi nahkoda kapal dan perwira pandu, memastikan navigasi pelayaran di perairan terbatas yaitu ruang bawah jembatan Mahakam, sehingga dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar,” pungkasnya.(Adv)














