BONTANG – DPRD Kota Bontang melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi A, B, dan C bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Audiensi dan silaturahmi yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, berlangsung hangat dengan berbagai masukan terkait peran strategis guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal kecerdasan intelektual, namun juga pembentukan adab dan karakter generasi muda.
“Guru ini adalah fondasi etik dan intelektual. Yang menentukan peradaban kita itu guru. Bagaimana caranya beradab yang benar, itu lahir dari pendidikan,” ujarnya.
Menurut Winardi, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata. Ia menilai kualitas manusia yang memiliki moral, etika, dan kecerdasan menjadi aspek paling penting dalam kemajuan sebuah kota.
“Pembangunan Kota Bontang bukan hanya soal infrastruktur. Yang paling penting adalah sumber daya manusia yang punya adab dan intelektual yang baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan guru menjadi faktor utama dalam membentuk karakter masyarakat. Tanpa peran guru, menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan memiliki arah yang baik.
“Kalau tidak ada guru, percuma kita punya intelektual kalau tidak punya adab,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, DPRD Bontang juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan PGRI untuk membahas berbagai kebutuhan dunia pendidikan, selama tetap sesuai regulasi dan kemampuan keuangan daerah.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara DPRD dan insan pendidikan demi menciptakan generasi Bontang yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.(Adv)














