BONTANG – DPRD Kota Bontang bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang menggelar audiensi dan silaturahmi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi A, B, dan C DPRD Kota Bontang. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah hingga pemerataan siswa antara sekolah negeri dan swasta.
RDP dipimpin Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, dan dihadiri jajaran pengurus PGRI Kota Bontang.
Dalam forum tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menekankan pentingnya perencanaan pendidikan yang matang agar kebijakan pembangunan sekolah tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Menurutnya, pemerintah perlu memperhitungkan jumlah penduduk dan pertumbuhan peserta didik sebelum menambah sekolah baru maupun rombongan belajar.
“Kalau saya boleh usul, jangan terlalu banyak menambah rombel atau sekolah baru kalau memang belum terlalu mendesak,” ujarnya.
Rustam menjelaskan, dengan jumlah penduduk Kota Bontang sekitar 197 ribu jiwa, pemerintah perlu menjaga keseimbangan daya tampung sekolah negeri dan swasta.
Ia menilai, apabila kapasitas sekolah negeri terlalu besar, maka sekolah swasta berpotensi kehilangan siswa dan mengalami kesulitan operasional.
“Nanti yang tidak tertampung di negeri harus tetap bisa masuk ke swasta. Jadi sekolah swasta juga tetap hidup dan berjalan,” katanya.
Politikus Golkar itu juga menyampaikan bahwa sekolah swasta selama ini turut membantu pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan masyarakat. Karena itu, keberadaan sekolah swasta harus tetap diperhatikan dalam penyusunan kebijakan pendidikan daerah.
Selain membahas pemerataan pendidikan, Rustam juga mengungkapkan perhatian DPRD terhadap peningkatan fasilitas belajar siswa. Ia mengaku pernah melakukan inspeksi mendadak ke salah satu sekolah negeri dan mendapati kondisi meja serta kursi siswa yang sudah tidak layak digunakan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar DPRD mendorong peningkatan sarana pendidikan di Kota Bontang.
“Saya masih ingat kondisi sekolah dulu yang fasilitasnya memprihatinkan. Sekarang alhamdulillah sudah banyak perubahan,” ucapnya.
Ia berharap melalui silaturahmi dan audiensi bersama PGRI, komunikasi antara tenaga pendidik dan DPRD semakin kuat sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat diselesaikan bersama.
“Tujuan kita sama, bagaimana pendidikan di Kota Bontang terus maju dan bisa melahirkan generasi terbaik untuk daerah,” pungkasnya.(Adv)














