Payload Logo
Kutim

Infografis persentase dan jumlah warga miskin di Kabupaten Kutai Timur (dok: akal imitasi)

Infografis: Persentase dan Jumlah Warga Miskin Kutai Timur 15 Tahun Terakhir

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
13 Januari 2026

KUTIM — Selama 15 tahun persentase warga miskin di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) fluktuatif. Tapi umumnya mengalami tren penurunan beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan penelusuran redaksi, Kutim termasuk kawasan terkaya di Indonesia.

Menempati posisi ke-6 terkaya di Indonesia tahun 2022, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB).

Namun, momok kemiskinan juga masih terus bertandang di daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia ini.

Redaksi Katakaltim sudah merampungkan data dari badan pusat statistik (BPS) ihwal persentase dan jumlah warga miskin dalam periode 2010 hingga 2025.

Persentase dan Jumlah Warga Miskin Kutim

Tahun 2010: penduduk miskin 11,39% atau setara 29,20 ribu jiwa.

Tahun 2011: penduduk miskin 9,43% atau setara 25,30 ribu jiwa.

Tahun 2012: penduduk miskin 8,77% atau setara 25,20 ribu jiwa.

Tahun 2013: penduduk miskin 9,06% atau setara 27,17 ribu jiwa.

Tahun 2014: penduduk miskin 9,09% atau setara 28,30 ribu jiwa.

Tahun 2015: penduduk miskin 9,31% atau setara 29,57 ribu jiwa.

Tahun 2016: penduduk miskin 9,16% atau setara 30,17 ribu jiwa.

Tahun 2017: penduduk miskin 9,29% atau setara 31,95 ribu jiwa.

Tahun 2018: penduduk miskin 9,22% atau setara 33,02 ribu jiwa

Tahun 2019: penduduk miskin 9,48% atau setara 35,31 ribu jiwa

Tahun 2020: Presentase penduduk miskin 9,55% atau setara dengan 36,98 ribu jiwa

Tahun 2021: penduduk miskin 9,81% atau setara 37,78 ribu jiwa

Tahun 2022: penduduk miskin 9,28% atau setara 36,84 ribu jiwa

Tahun 2023: penduduk miskin 9,06% atau setara 37,04 ribu jiwa

Tahun 2024: penduduk miskin 8,81% atau setara 37,11 ribu jiwa

Tahun 2025: penduduk miskin 8,07% atau setara 34,91 ribu jiwa.

Warga Miskin Kutim

BPS Kutim mengatakan referensi waktu pelaksaan survei di atas adalah Bulan Maret.

"Berdasarkan indikator Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), survei umumnya dilakukan pada bulan Maret," kata Ari, selaku Bagian Unit Pelayanan Statistik Terpadu BPS Kutim, kepada Katakaltim Selasa 6 Januari 2026.

Standar Kemiskinan Kutai Timur

Diberitakan sebelumnya, mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kutim punya pengeluaran di bawah Rp753.332 per kapita setiap bulan.

Dengan kata lain, setiap individu masyarakat yang tidak mencapai pengeluaran Rp753.332 per bulan, maka dia tergolong warga miskin.

Kata Ari, pengumpulan data dilakukan berdasarkan pendekatan rumah tangga.

"Jadi asumsinya ketika satu rumah tangga itu tergolong miskin, ya seluruh anggota rumah tangganya juga miskin. Termasuk anak sejak usia 0 dalam keluarga tersebut," jelasnya.

Contohnya dalam satu rumah tangga terdiri dari 4 orang, maka pengeluaran rumah tangga tersebut harus Rp3.013.328. “Jika kurang dari 3 juta pengeluaran keluarga itu, (maka) tergolong miskin," tandasnya. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025